Lulusan IBS Diharapkan Berkiprah di Dunia Usaha dan Keuangan

Untuk pertama kalinya, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banking School (STIE – IBS ) Jakarta menggelar wisuda secara online (virtual) Sabtu (21/11/2020). IBS berharap para wisudawan bisa berkiprah di dunia usaha atau sektor keuangan.

“Semoga dengan terus berjalannya peningkatan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat di IBS, lulusan-lulusan kami akan semakin melebarkan sayapnya berkiprah di dunia keuangan, dan dunia usaha baik berkarier maupun mandiri berwirausaha. Kami mengharapkan para Sarjana dan Magister yang diwisuda memiliki integritas tinggi dan pengetahuan luas di bidang ekonomi,” kata Ketua STIE-IBS Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono, yang memimpin langsung wisuda daring dari lobby STIE IBS Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu.

Kusumaningtuti mengungkapkan, wisuda kali ini berbeda dengan tahun-tahun lalu, karena situasi pandemi Covid-19. Meski secara daring, namun wisuda kali ini terasa istimewa karena disaksikan pimpinan tertinggi di Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan, (OJK) Honourable Faculty dan Anggota Senat Akademik Eksternal IBS yang merupakan tokoh-tokoh senior di bidang keuangan dan bisnis.

BACA JUGA

Sektor Jasa Keuangan Berperan Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional

Hadir dalam kesempatan itu Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss sekaligus mantan Ketua OJK Muliaman D. Hadad sebagai honorable faculty Indonesia Banking School. Selain itu mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah. Sementara sambutan utama disampaikan oleh Deputi Gubernur BI sekaligus Ketua Dewan Pembina IBS, Rosmaya Hadi.

Muliaman berharap para wisudawan mampu mengembangkan kemampuannya di bidang keuangan dan ekonomi digital. “Sebagai alumni harus menjaga nama baik almamater dengan perilaku dan prestasi. Karena itu alumni harus memiliki integritas dan profesional yang baik,” pesan Muliawan.

Sementara Sandiaga Uno yang memberi orasi ilmiah bertema “Tantangan dan Peluang Generasi Muda Indonesia dalam Globalisasi Sektor Keuangan di Era Digital” berpesan agar para lulusan IBS dapat merangkul teknologi, dan bermitra dengan financial technology (fintech) untuk memulihkan ekonomi. “Bangkitkan ekonomi Indonesia, ciptakan lapangan kerja sebesar-besarnya sehingga UMKM dapat bebas dari masalah keuangan,” kata Sandiaga.

Sebanyak 247 wisudawan dari berbagai program studi jenjang sarjana strata 1 dan 2 menjalani prosesi wisuda ke XIII Tahun Akademik 2019/2020. Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia mulai Merauke, Manokwari, Kupang, Lombok Timur, Samarinda, Balikpapan, Bandar Lampung dan Padang, hingga kota di Jawa. Hal ini menggambarkan bahwa mahasiswa dan alumni STIE Indonesia Banking School telah tersebar dan diharapkan dapat berkiprah dalam berbagai bidang untuk memajukan daerah masing-masing.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah III Provinsi DKI Jakarta, Agus Setyo Budi mengungkapkan, aspek legalitas wisuda daring sama seperti wisuda tatap muka. “Semoga wisudawan IBS mampu mengaplikasikan ilmu yang didapat selama mengenyam pendidikan dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, diberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik dan berprestasi yakni jenjang Sarjana (S-1) Putri Alysa Larasati, S.M. (Prodi Manajemen), Aviscenna Ramadhanny, (Prodi Akuntansi), Fildzah Karisma Paradasa (Prodi MKP Syariah). Sementara jenjang Pascasarjana (S-2) Nur Trismantara (Prodi Magister Manajemen).

Berita terkait: