Luhut: Jumlah Perjalanan Wisata di Indonesia Turun 100 Persen

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan mengungkapkan bahwa pendapatan sektor pariwisata tahun ini menurun drastis. Selama Mei 2020 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan jumlah perjalanan wisata turun hampir 100 persen dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Selain itu, Bank Indonesia juga menyatakan devisa pariwisata turun menjadi 97 persen year on year. Penurunan ini luar biasa sekali. Hal tersebut menggambarkan dampak pandemi sangat terasa pada ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Lebih dari 180.000 tenaga kerja di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan lebih dari 2.000 hotel telah berhenti operasi. Hal ini menyebabkan penurunan permintaan terhadap bahan baku produksi, dan ini semua berdampak luas pada perekonomian kita,” ujar Luhut saat membuka webinar “Reaktivasi Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Memasuki New Normal di Pangkalpinang, Kamis (23/7/2020).

Pada kesempatan itu Luhut mengapresiasi kesiapan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung mengaktifkan kembali kegiatan pariwisata dengan kebiasaan baru guna memulihkan ekonomi masyarakat.

“Saya mengapresiasi daerah yang sudah mempersiapkan reaktivasi pariwisata dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, salah satunya Babel,” katanya.

Kegiatan webinar yang diikuti Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Abdul Fatah dan 300 peserta tersebut sebagai langkah pemerintah berbagi strategi dan motivasi bagi daerah untuk kembali membuka sektor pariwisata pada masa normal baru.

Menurut Luhut, Indonesia memiliki potensi pariwisata domestik yang besar dengan 300 juta perjalanan setiap tahun. Saat ini, 55 persen PDB sektor pariwisata itu berasal dari wisatawan domestik.

Ia mengatakan, ada perubahan paradigma berwisata dari wisata massal ke wisata yang lebih berkualitas. Karena itu, ia meminta daerah-daerah wisata menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Saya minta agar semua pihak dapat saling bersinergi untuk memulai mencoba dengan turis domestik secara bertahap. Ini sangat penting sekali dan tren saat ini juga menunjukkan wisatawan domestik akan melakukan kunjungan ke daerah penyangga yang memiliki alam yang indah dan bersih,” kata Luhut.

Wakil Gubernur Kepulauan Babel Abdul Fatah mengatakan, Bangka Belitung siap membuka sektor pariwisata pada masa normal baru tentunya dengan penerapan disiplin protokol kesehatan Covid-19. “Pemerintah dengan ketat melakukan berbagai tahap penerapan protokol kesehatan mulai dari simulasi, sosialisasi, dan uji coba sampai dengan pelaksanaannya,” katanya.

Ia menegaskan, bagi pelaku usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan, maka Pemprov akan menindak dengan  memberikan sanksi. ” Hal ini dilakukkan guna memberikan jaminan keselamatan bagi masyarakat dan wisatawan,” katanya.

Berita terkait: