LTMPT: Pendaftaran KIP-Kuliah Satu Pintu Lewat Puslapdik Kemdikbud

– Ketua Pelaksana Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Budi Prasetyo Widyobroto‬ menyatakan peserta Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) yang mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tidak perlu memasukkan nomor KIP-Kuliah pada laman pendaftaran SNMPTN di situs LTMPT.

Terhitung mulai 2021, pemerintah telah mengubah kebijakan pendaftaran KIP hanya satu pintu lewat Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Puslapdik Kemdikbud).

“Terkait pendaftaran KIP-Kuliah lewat Puslapdik, LTMPT hanya membaca data di Puslapdik. Tidak ada pendaftaran atau mencatatkan KIP-Kuliah di laman LTMPT,” kata Budi saat dihubungi oleh , Senin (22/02/2021).

BACA JUGA

Tersisa Dua Hari, Pendaftar SNMPTN Sampai Tahap Finalisasi Baru 55%

KIP-Kuliah adalah beasiswa dari pemerintah untuk mahasiswa kurang mampu yang masuk ke perguruan tinggi (PT) lewat berbagai jalur, yaitu SNMPTN, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Seleksi Nasional Masuk Politeknik Negeri (SNMPN), Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPTN), dan mandiri. KIP-Kuliah sebelumnya dikenal dengan nama Bidikmisi.

Budi menjelaskan siswa yang ingin mendaftar KIP-Kuliah harus terlebih dulu melakukan permanen data akun di portal LTMPT. Dalam konteks pendaftaran SNMPTN yang sedang berlangsung, siswa peserta KIP-Kuliah dapat segera melakukan finalisasi pendaftaran SNMPTN tanpa harus menunggu pendaftaran KIP-Kuliah di Puslapdik.

“Pendaftaran KIP-Kuliah untuk SNMPTN hanya dilakukan di Puslapdik,” lanjut Budi.

Budi mengatakan perubahan kebijakan untuk pendaftaran KIP-Kuliah dilakukan karena saat ini Kemdikbud mempunyai lembaga atau entitas baru khusus menangani layanan pembiayaan pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi.

BACA JUGA

Persaingan Ketat, Dari 830.000 Peserta SNMPTN Hanya Diterima 100.000 Orang

Dikutip dari situs Puslapdik, persyaratan untuk pendaftaran KIP-Kuliah antara lain penerima adalah siswa SMA atau sederajat yang lulus atau akan lulus pada tahun berjalan atau telah dinyatakan lulus maksimal dua tahun sebelumnya, serta memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISP), Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid.

Penerima juga memiliki potensi akademik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi dengan didukung bukti dokumen yang sah. Selain itu, peserta wajib mempunyai kartu KIP dan Kartu Keluarga Sejahtera, serta lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru dan diterima di PTN atau perguruan tinggi swasta (PTS) pada prodi akreditasi A atau B, namun dimungkinkan dengan pertimbangan tertentu pada prodi dengan akreditasi C.

Pada 2020, Kemdikbud merilis total penerima beasiswa KIP-Kuliah Plus sebanyak 419.605 mahasiswa, penerima KIP-Kuliah sebanyak 200.000 mahasiswa baru, sedangkan KIP Kuliah Ongoing atau Bidikmisi sebanyak 267.312 mahasiswa. Untuk kuota KIP-Kuliah tahun 2021 akan ditetapkan setelah pengumuman penerimaan mahasiswa.

Berita terkait: