Lima kabupaten di Bangka Belitung alami lonjakan COVID-19

Dalam sepekan terakhir kasus terkonfirmasi COVID-19 mencapai 1.406 orang dan meninggal 22 orang Pangkalpinang – Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan lima dari tujuh kabupaten/kota di Babel mengalami lonjakan kasus penularan COVID-19 karena meningkatnya mobilitas dan kerumunan warga di fasilitas publik.

“Dalam sepekan terakhir orang terkonfirmasi COVID-19 mencapai 1.406 orang dan meninggal 22 orang,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel Andi Budi Prayitno di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan lonjakan kasus penularan virus corona dalam sepekan terakhir mencapai 1.406 orang terdapat di Kabupaten Belitung, Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Bangka, Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah.

Baca juga: Pemprov Babel terapkan PPKM mikro di Pulau Sadai

Sementara kasus penularan COVID-19 di dua kabupaten lainnya yaitu Belitung Timur dan Bangka Selatan masih relatif rendah.

“Lonjakan kasus kematian karena COVID-19 dalam sepekan terakhir mencapai 22 orang terdapat di Kabupaten Bangka Barat, Belitung dan Kabupaten Bangka,” ujarnya.

Ia menjelaskan berdasarkan data perkembangan kasus COVID-19 pada Sabtu (1/5) malam, terdapat 226 kasus baru orang terkonfirmasi virus corona itu tersebar di Kota Pangkalpinang 44 orang, Kabupaten Bangka 36, Bangka Tengah 45, Bangka Barat 36, Bangka Selatan 9, Belitung 53 dan Belitung Timur 3 orang.

Baca juga: Rumah sakit khusus COVID-19 di Bangka Belitung diresmikan

Sementara itu, 1.630 orang pasien masih atau sedang menjalani isolasi atau karantina, tersebar di Kota Pangkalpinang 386 pasien, Bangka 204, Bangka Tengah 230, Bangka Barat 408, Bangka Selatan 90, Belitung 249 dan Belitung Timur 63 orang pasien.

“Persentase orang yang sedang atau masih dalam perawatan dan penanganan kembali naik 12,12 persen dibandingkan dengan hari kemarin,” ujarnya.

Baca juga: Tenaga kesehatan di Bangka Belitung dilatih gunakan GeNose C19

Menurut dia, terjadinya penularan COVID-19 yang masif dan lonjakan kasus kematian akibat COVID-19 di sejumlah daerah, karena meningkatnya mobilitas dan kegiatan berkerumun warga di tempat-tempat keramaian dan fasilitas publik baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, tak terkecuali aktivitas keagamaan dan rekreasi/pariwisata, ln mengabaikan atau tidak mengindahkan penerapan protokol kesehatan.

“Kami tak bosan-bosannya mengimbau dan mengajak pemerintah daerah serta menggarisbawahi bahwa kesadaran dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan adalah cara paling sederhana dan mudah serta murah agar kita dan orang-orang di sekitar kita tidak tertular COVID-19,” katanya.

Baca juga: 6.019 orang sudah disuntik vaksin COVID-19 di Bangka Belitung

Berita terkait: