Layanan informasi pengaduan BPJS Satu! tetap berjalan meski pandemi

Hanya saja pola kerjanya berbeda Jakarta () – Layanan pusat informasi dan pengaduan bagi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diberikan oleh petugas BPJS Satu! (Siap Membantu!) tetap berjalan meski saat ini pandemi COVID-19 masih merebak di Indonesia.

Salah satu petugas BPJS Satu! di Purwokerto Hayyud Dinal Haqi saat dihubungi di Jakarta, Kamis, mengatakan dirinya tetap memberikan layanan informasi dan pengaduan peserta JKN-KIS di masa pandemi COVID-19.

“Sampai hari ini masih membuka layanan BPJS Satu! walaupun pandemi. Hanya saja pola kerjanya berbeda yang tadinya seluruhnya tatap muka, sekarang diminimalkan,” kata Hayyud.

Dia menjelaskan layanan BPJS SATU! yang sebelumnya rutin dilaksanakan secara mobile dan mengunjungi pasien peserta JKN-KIS secara langsung dengan bertatap muka, kini dialihkan lewat telepon ataupun chatting.

Hayyud yang bertugas sebagai BPJS Satu! di empat rumah sakit di Purwokerto menerangkan dirinya membuatkan poster-poster besar di setiap sudut rumah sakit yang menginformasikan nomor telepon petugas BPJS Satu! yang bisa dihubungi bila mengalami kendala.

Baca juga: Satu keluarga di Cilegon terlindungi JKN-KIS saat sakit

Baca juga: Petugas “BPJS SATU!” gunakan skuter segway di RS bantu pasien JKN

Dia mengaku dirinya pun kerap menelpon peserta JKN untuk menanyakan pelayanan yang didapatkan, saran dan masukan, ataupun pengaduan sebagai ganti dari layanan “costumer visit” di RS.

Kendati demikian, Hayyud juga memiliki jam operasional untuk bersiaga di sejumlah rumah sakit yang bukan rujukan resmi COVID-19. “Seperti di RS Siaga Medika Banyumas, RS Medika Lestari, dan RSIA Amanah Sumpiuh saya juga datang langsung ke RS, tidak melulu di kantor,” kata dia.

Hayyud menerangkan bahwa BPJS Kesehatan mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat sehingga setiap petugas yang siaga di rumah sakit tetap mengenakan alat pelindung diri.

Hayyud yang bukan merupakan tenaga medis namun harus tetap bekerja dari rumah sakit mengakui bahwa ada rasa kekhawatiran untuk berada di lingkungan rumah sakit di saat pandemi COVID-19 berlangsung.

“Perasaan was-was pasti ada, tapi saya bismillah saja dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin,” kata Hayyud.

Baca juga: BPJS Kesehatan batasi lima perserta satu keluarga

Baca juga: Pemerintah satu suara soal keputusan iuran JKN sesuai Perpres 75 2019

Berita terkait: