Larangan Mudik, Truk hingga Ambulans Juga Akan Diperiksa Polisi

Selain mobil, bus dan sepeda motor, polisi juga akan memeriksa truk, mobil boks hingga ambulans terkait larangan mudik, di titik-titik penyekatan, di Jakarta dan sekitarnya.

“Dilakukan pemeriksaan setiap kendaraan yang lewat, termasuk baik truk, ambulans dan lain-lain,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo, Jumat (9/4/2021).

Dikatakan Sambodo, Ditlantas Polda Metro Jaya, menyiagakan sekitar 380 personel untuk melakukan pengamanan dan pemeriksaan di delapan titik sementara penyekatan terhadap kendaraan penumpang terkait larangan mudik, setiap hari.

“380 (personel) setiap hari, tapi kalau nanti titiknya bertambah pasti kita akan tambah lagi,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan , polisi pernah menyetop truk yang mengangkut sekitar empat orang pemudik yang hendak menuju ke Brebes, di Tol Cikarang Barat, Bekasi, Jumat (1/5/2020) lalu.

BACA JUGA

Penyekatan Larangan Mudik, Polda Metro Siagakan 380 Personel Setiap Hari

Berdasarkan rekaman video berdurasi 59 detik, terlihat anggota polisi menyetop truk itu ketika melakukan penyekatan dalam rangka Operasi Ketupat Jaya, di Jalan Tol Cikarang Barat. Lalu petugas meminta sopir serta kernet truk turun, dan membuka pintu bak belakang untuk dilakukan pemeriksaan.

Ketika pintu dibuka, polisi menemukan empat orang penumpang duduk beralaskan karpet atau terpal warna hitam di dalam bak truk. Sejurus kemudian, polisi meminta mereka turun dan dimintai keterangan.

“Ayo turun, turun..” kata salah satu petugas PJR.

“Katanya kosong kamu (enggak bawa barang)? Ini boleh enggak?” tanya petugas itu kepada pengemudi yang kemudian menjawab tidak.

Sambodo mengatakan, truk yang seharusnya digunakan untuk mengangkut barang itu, membawa pemudik dengan tujuan ke Brebes. “Mereka mau ke Brebes. TKP di Cikarang Barat, (disetop) tadi siang sekitar jam 11.00,” kata Sambodo, Jumat (1/5/2020) lalu.

Sambodo mengungkapkan, petugas kemudian memberikan sanksi teguran dan meminta pengemudi putar balik ke arah Jakarta. “Sanksinya disuruh putar balik,” ucapnya.

Berita terkait: