Kubu Denny Siregar Akan Somasi dan Gugat Telkomsel

Kasus kebocoran data pribadi Denny Siregar diduga oleh orang yang bekerja di PT Telkomsel menjadi perhatian publik beberapa waktu terakhir.

Penasihat hukum Denny Siregar, Otto Hasibuan dalam keterangan tertulisnya Jumat (17/7/2020) menyebutkan pihaknya akan melakukan somasi dan gugatan hukum. “Kita bawa ke ranah hukum. Rencana Senin (20/7/2020) kami akan somasi Telkomsel. Mengajak Telkomsel memperbaiki sistem supaya tidak terjadi lagi kebocoran data. Secara hukum merupakan tanggung jawab Telkomsel sebagai badan hukum,” kata dia.

Baca juga:  Denny Siregar Gandeng Otto Hasibuan Tangani Kasusnya

Sebelum gugatan masuk, pihaknya akan melakukan somasi. “Tanpa somasi harusnya Telkomsel memberikan klarifikasi kepada Denny Siregar. Namun hingga kini Telkomsel belum responsif kepada Denny Siregar,” ujar Otto Hasibuan.

Otto Hasibuan mengungkapkan pada 5 Juli 2020 Denny Siregar memposting kepada Telkomsel alasan data dirinya bisa dibuka. Kemudian 10 Juli 2020 Denny Siregar lapor ke Polda. Denny Siregar adalah influencer yang terkenal dan selalu menjaga data pribadi.

“Ada kekhawatiran keamanan keluarganya. Rumah Denny Siregar didatangi orang dan kadang-kadang ada yang duduk di dekat rumah Denny Siregar dan membuat keluarga ketakutan dan terganggu serta mengancam pekerjaannya,” ungkap Otto Hasibuan.

Menurut Otto, komisaris, direksi dan pemegang saham Telkomsel juga dapat diminta pertanggungjawabannya jika ada bukti yang mendukung perbuatan melawan hukum. “Kami mengharapkan Bareskrim mau mengungkap jangan hanya berhenti di outsourcing . Siapa yang lalai atau memberi perintah buka data harus diselidik. Seharusnya pekerjaan seperti customer service tidak boleh di- outsourcing-kan sesuai Undang-undang,” kata Otto Hasibuan.

Dia juga tengah mempersiapkan tuntutan perdata kepada Telkomsel. “Sebagai perusahaan besar, Telkomsel harus bertanggung jawab menjaga kerahasiaan data pelanggan,” tandas Otto Hasibuan.

Menurut dia, pembukaan data pribadi menjadi tidak aman. Untuk dia mendorong DPR membuat UU perlindungan data pribadi. “Peristiwa ini tidak hanya untuk Denny Siregar tapi untuk kepentingan orang banyak. Hal lebih penting kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia dan perbuatan ini pidana dan bisa dituntut secara pidana dan perdata. Jangan hanya tanggung jawab si-pekerja. Tapi majikan turut bertanggung jawab terhadap kejadian ini dalam hal ini Telkomsel,” tambah Otto Hasibuan.

Sementara Denny Siregar mengaku setiap hari ada 4-5 kiriman barang yang tidak dipesan datang ke rumah dengan sistem c ash on delivery (COD). “Kemudian ada orang duduk-duduk dekat rumah saya dan membuat intimidasi mental. Saya khawatir ada persekusi kepada saya dan kemungkinan ada penyerangan kepada saya,” ungkap Denny Siregar.

Berita terkait: