KTT APEC Sepakati Visi Putrajaya 2040 dan Deklarasi Kuala Lumpur

Presiden RI Joko Widodo telah mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik atau Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) dari Istana Bogor, Jumat (20/11/2020) malam.

Dalam pertemuan tersebut, 21 pemimpin ekonomi APEC telah menyepakati dua dokumen yaitu APEC Putrajaya Vision 2040 sebagai pengganti dari visi Bogor Goals, dan Deklarasi Kuala Lumpur.

“Di Istana Bogor lahir apa yang dinamakan Bogor Goals, 26 tahun lalu yang memandu kerja sama APEC sampai tahun 2020,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers secara virtual dari Istana Bogor, Jumat malam.

Retno mengatakan KTT APEC dipimpin oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin selaku ketua sekaligus tuan rumah. Hadir pula Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva.

Retno menjelaskan APEC Putrajaya Vision 2040 akan menjadi visi para pemimpin APEC selama 20 tahun ke depan. Visi Bogor Goals 1994, yang berakhir tahun 2020, sudah memberikan fondasi kuat bagi kerja sama APEC dari sisi keterbukaan maupun pengakuan atas perlakuan berbeda kepada ekonomi maju dan berkembang.

“Bagi Indonesia, APEC tahun ini merupakan pertemuan yang sangat penting mengingat penyelenggaraan APEC dilakukan di tengah situasi pandemi dan menurunnya pertumbuhan perekonomian dunia. Selain itu kita juga menyaksikan rivalitas yang semakin menajam di antara negara-negara besar,” ujarnya.

Terkait Deklarasi Kuala Lumpur, Retno mengatakan intinya adalah menekankan komitmen pemimpin ekonomi APEC dalam penanganan pandemi, memulihkan ekonomi, dan memanfaatkan peluang ekonomi baru seperti ekonomi digital, serta pembangunan berkelanjutan, inklusif, dan inovatif.

Dalam visi APEC pasca 2020, Indonesia juga berhasil mendorong sejumlah isu yang tercantum dalam Bogor Goals tahun 1994, antara lain mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, mendorong konektivitas, mendorong pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan perempuan dalam ekonomi digital, serta mengarusutamakan kepentingan Indonesia di bidang investasi, akses perdagangan dan pengembangan kapasitas.

TAG:  KTT APEC Joko Widodo Menlu RI Retno LP Marsudi

Berita terkait: