KPK Usut Dugaan Korupsi di Gresik

Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) sedang mengusut kasus dugaan korupsi di wilayah Gresik , Jawa Timur. Berdasarkan informasi, dugaan korupsi yang sedang diselidiki lembaga antikorupsi terkait dengan kerja sama investasi antara PDAM Giri Tirta Gresik dengan sejumlah perusahaan swasta tahun 2012 dengan nilai investasi sekitar Rp 133 miliar.

Pengusutan kasus ini ditandai dengan langkah tim KPK meminta keterangan sejumlah pihak menggunakan ruangan di Kantor PDAM Giri Tirta Gresik, Rabu (7/4/2021). Sebelumnya, tim KPK juga telah meminta keterangan sejumlah petinggi PDAM Giri Tirta Gresik, salah satunya mantan Direktur Utama PDAM Giri Tirta Gresik, Muhammad.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Plt Jubir KPK, Ali Fikri membenarkan adanya sejumlah kegiatan yang dilakukan KPK di Jawa Timur.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, benar beberapa hari ini ada kegiatan KPK berupa permintaan keterangan sejumlah pihak oleh penyelidik KPK di wilayah Jawa Timur,” kata Ali saat dikonfirmasi, Rabu (7/4/2021).

BACA JUGA

KPK Telusuri Aliran Uang Suap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Namun, Ali belum dapat menyampaikan secara rinci dugaan korupsi yang sedang diusut lembaga antikorupsi. Hal ini lantaran proses penanganan perkara masih dalam tahap penyelidikan.

“Oleh karena masih tahap penyelidikan, maka kami tidak bisa sampaikan informasi lebih jauh kegiatan dimaksud. Perkembangan hasil kegiatan tersebut akan kami sampaikan lebih lanjut,” kata Ali.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemeriksaan yang dilakukan KPK terkait dugaan kasus korupsi proyek kerja sama investasi antara PDAM Giri Tirta Gresik dengan PT Dewata Bangun Tirta (DBT) dan PT Drupadi Agung Lestari (DAL) pada tahun 2012 dengan nilai investasi sebesar Rp 133 miliar.

Dalam kerja sama dengan PT DBT, PDAM Gresik membangun proyek instalasi pengolahan air di Desa Legundi, Driyorejo senilai Rp 47 miliar dengan waktu kerja sama selama 25 tahun. Sementara proyek dengan PT DAL membangun Rehabilitation Operating Transfer (ROT) di Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo senilai Rp 86 miliar dengan waktu kerja sama selama 25 tahun.

Berita terkait: