KPK Kembali Jadwalkan Periksa Bos Anak Usaha Hutama Karya

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) kembali menjadwalkan memeriksa Direktur Utama PT Hutama Karya Aspal Beton, Dindin Solakhudin pada Rabu (24/2/2021).

Dindin bakal diperiksa penyidik sebagai saksi kasus dugaan suap perizinan RSU Kasih Bunda di Kota Cimahi TA 2018-2020 yang menjerat Wali Kota nonaktif Cimahi Ajay Muhammad Priatna.

“Yang bersangkutan (Dindin Solakhudin) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AJM (Ajay Muhammad Priatna),” kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi.

Dindin yang merupakan bos anak usaha PT Hutama Karya itu sedianya diperiksa penyidik pada 4 Januari lalu. Namun, saat itu Dindin tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik dengan alasan sedang sakit.

Diketahui, KPK menangkap dan menetapkan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna dan Komisaris Rumah Sakit Umum Kasih Bunda Cimahi, Hutama Yonathan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan pembangunan RSU Kasih Bunda tahun anggaran 2018-2020.

Ajay Priatna diduga telah menerima suap sebesar Rp 1,661 miliar dalam lima tahap dari total kesepakatan Rp 3,2 miliar. Uang itu diduga berkaitan dengan proses perizinan pembangunan penambahan Gedung RSU Kasih Bunda.

BACA JUGA

KPK Perpanjang Penahanan Wali Kota Cimahi Nonaktif

Untuk mengusut kasus ini, tim penyidik KPK telah menggeledah empat lokasi yaitu Kantor dan Rumah Wali Kota Cimahi, RSU Kasih Bunda, dan Kantor PT Trisakti Megah.

Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik menyita sejumlah dokumen seperti catatan keuangan yang diduga terkait suap yang diterima Ajay, serta dokumen pengajuan izin RSU Kasih Bunda.

Berita terkait: