Kota Bogor Minta Kepastian Aturan Mobilitas Warga Jabodetabek

– Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut pembelakuan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ) Total yang rencananya akan dilakukan DKI Jakarta sangat berpengaruh terhadap mobilitas warga Jabodetabek. Diperlukan satu regulasi bilamana pada akhirnya kebijakan PSBB Total itu diberlakukan.

“Bagaimana kebijakan Jakarta terkait warga keluar masuk, ini kan harus clear. Pak gubernur bilang belum sampai ke sana. Artinya ksn urusan kita dengan Jakarta bukan orang pekerja saja, ada keluarga dan lain. Kan nantinya harus jelas,” kata Bima, Jumat (11/9/2020).

BACA JUGA

Jakarta PSBB Total, Bogor Antisipasi Ketatkan Protokol Kesehatan

Kata Bima, Gubernur Anies meminta waktu untuk merumuskan dengan pemerintah pusat pada Sabtu (12/9/2020). Kota Bogor masih menunggu informasi terkini hasil rakor yang digelar Pemprov DKI dan Jawa Barat dengan kementerian terkait.

Penerapan PSBB DKI Jakarta, lanjut Bima, memiliki plus minus. Kemungkinan terpaparnya warga Kota Bogor akan berkurang karena jika betul-betul diterapkan, warga Bogor yang bekerja di Jakarta maka akan kembali bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Sedangkan minusnya adalah akan banyak warga Jakarta yang lari ke Bogor akibat penerapan PSBB secara ketat di Ibu Kota.

BACA JUGA

Covid-19 di Bodebek Naik, Bogor Dukung DKI Berlakukan PSBB

“Jadi di Jakarta masih perlu dimatangkan lagi, dan Kota Bogor akan menyesuaikan seperti apa langkah yang akan kami ambil. Saya meminta Pak Gubernur untuk memperjelas, terkait aturan keluar masuk Jakarta-Bogor. Selanjutnya berdasarkan data, mulai banyak pasien Covid-19 yang datang itu dari Jakarta,” terang Bima.

Rencananya pada Sabtu (12/9/2020) Pemprov DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan kementerian terkait. Sedangkan Rakor dengan para kepala daerah kawasan Bodebek dan Pemprov Jabar rencananya akan digelar pada Senin (14/9/2020).

Berita terkait: