Korban Sriwijaya Air Pakai KTP Palsu Sudah Teridentifikasi

Pihak Basarnas dan Tim KNKT hingga kini masih terus melakukan proses pencarian dan identifikasi terhadap para korban yang menumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Dari sejumlah penumpang yang telah teridentifikasi adalah jasad Theofilius Lau Ura yang menggunakan KTP palsu dalam penerbangan bersama Sriwijaya Air SJ-182 itu. Proses penemuan jasad Theo sendiri dibenarkan oleh pihak Sriwijaya Air saat dihubungi tim , Kamis (21/1/2021).

“Iya benar, jasad Theofilius Lau Ura salah satu dari dua penumpang SJ-182 yang terbang menggunakan KTP atas Nama Felix Wenggo sudah ditemukan dan berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan DVI di RS Polri Kramat Jati sudah teridentifikasi pada Rabu (20/1/2021),” ungkap perwakilan dari Corporate Communication Sriwijaya Air Group.

Ditambahkannya, pihak keluarga Theofilius sendiri sudah sejak lama berada di Jakarta untuk pengambilan sample DNA yang dipergunakan untuk proses pengidentifikasi jasad yang ditemukan tim DVI.

BACA JUGA

Tim DVI Terima 324 Kantong Jenazah

“Theofilius keluarga nya sudah datang dan sudah diambil sampel DNA-nya oleh tim identifikasi. Diwakili oleh Demetria Ledefita Eta (ibu kandung Saudara Teofilus) dan Donatus Baru (Paman)-nya. Dan sejauh ini pihak Sriwijaya Air juga memberikan fasilitas dan membantu pihak keluarga dalam proses identifikasi,” lanjutnya.

“Dan ketika sudah ditemukan, jenazahnya langsung kita serahkan kepada pihak keluarga dan telah dibawa kembali ke Ende dengan menggunakan pesawat Batik Air (ID6540) dan Wings Air (IW 1959) berangkat dari Jakarta (22/1) pukul 02.35 WIB sampai di Ende, NTT pukul 08.20 WITA,” tegasnya.

Ditanya tentang apakah jenazah Theofilius Lau Ura dan Selfin Ndaro akan mendapatkan peggantian asuransi dari Pihak Jasa Raharja, pihak Sriwijaya Air hingga kini masih belum bisa memutuskannya.

“Belum ada keputusan. Karena dari sejumlah penumpang yang sudah mendapat asuransi dari Jasa Raharja yang simbolisnya diberikan di depan Presiden kemarin di JICT, belum termasuk yang dua penumpang tersebut. Insyallah dalam waktu dekat ada keputusannya, Ditunggu saja,” pungkas pihak Sriwijaya Air.

BACA JUGA

Penumpang Sriwijaya Terdaftar Manifes Berhak Terima Asuransi Jasa Raharja

Pihak keluarga Theofilius Lau Ura yang diwakili pihak keluarga, Donatus Baru berharap pihak Sriwijaya dan pemerintah memberikan asuransi terhadap Theofiliuas Lau Ura.

“Theo ini kan enggak ada datanya di manifes pesawat, namun pihak keluarga berharap pemerintah memfasilitasi dan membantu keluarga agar Theo mendapatkan hak asuransi-nya. Karena keluarga Theo merupakan keluarga tidak mampu, terlebih Theo merupakan tulang punggung bagi keluarganya,” tandas Donatus Baru selaku paman Theofilius.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam perjalanan Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu itu, ada dua orang penumpang yang menggunakan identitas palsu untuk terbang ke Pontianak itu. Mereka yakni Theofilius Lau Ura yang menggunakan KTP Felix Wenggo yang merupakan keponakannya, serta Selfin Ndaro yang terbang dengan menggunakan identitas Sarah Beatrice Alomau.

Hal tersebut diketahui usai Sarah yang namanya ada di manifes pesawat Sriwijaya Air yang jatuh itu melaporkan bahwa dirinya tidak pernah naik pesawat tersebut dan identitasnya digunakan secara ilegal oleh rekannya Selfin Ndaro.

Setelah dilakukan investigasi ternyata bukan hanya Selfin Ndaro yang menggunakan identitas palsu untuk terbang bersama SJ-182 yang jatuh. Ada nama Theofilius Lau Ura yang menggunakan KTP Felix Wanggo yang merupakan keponakannya. Keduanya merupakan pasangan kekasih yang ingin mengadu nasib di Pontianak usai mereka dipecat dari perusahaannya masing-masing di Tangerang.

Berita terkait: