Konsumsi Dalam Negeri Naik, Ekspor Kopi RI Menurun Jadi 4 Persen

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Doni P Joewono mengatakan, Indonesia merupakan negara eksportir kopi ke berbagai negara dunia. Namun beberapa tahun terakhir ekspor kopi Indonesia ke luar negeri mengalami penurunan.

Sebab, tingkat konsumsi kopi di dalam negeri meningkat. Ini sejalan dengan menjamurnya kedai kopi yang dikelola di tanah air.

“Konsumen kopi dalam negeri ini tinggi karena banyak kafe kopi yang trennya memakai kopi nusantara,” kata Doni dalam acara Dialog Kopi: Kulak Kulik Nikmatnya Bisnis Kopi, Jakarta , Sabtu, (21/11).

Menjamurnya bisnis kopi modern ini memang menghasilkan pertumbuhan ekonomi kreatif, karena sudah menjadi gaya hidup di masyarakat. Hanya saja eskpor kopi menurun karena habis memenuhi kebutuhan domestik. Sedangkan untuk kebutuhan ekspor, Indonesia hanya mampu menjual 4 persen dari kebutuhan kopi secara global.

“Kita lihat ekspor kopi kita turun, kita hanya penuhi 4 persen dari kebutuhan kopi dunia,” kata dia.

Padahal, Indonesia merupakan negara ke-4 pengekspor kopi ke pasar global. Selain itu, kopi nusantara juga memiliki rasa yang unik dari kopi dari negara lain.

Doni mengatakan Indonesia harus bisa menjawab tantangan ini dengan meningkatkan produksi kopi nusantara. Diharapkan produksi kopi Indonesia harus bisa setara dengan Brazil dan Vietnam, karena produksi kopi Indonesia tak secepat kedua negara tersebut.

Untuk itu peningkatan lahan perkebunan kopi itu sangat diperlukan. “Ini harus didorong karena kita ini masalah lahan, ini tantangan kita,” tandasnya.

Berita terkait: