Kondisi Terkini Mantan Preman Anton Medan, Terlihat Lesu Duduk di Kursi Roda

Bagi sebagian orang mungkin sudah tidak asing lagi dengan sosok pria bernama Anton Medan. Ia dikenal sebagai salah satu preman kelas kakap di Indonesia. Pemilik nama asli Tan Hok Liang ini, bahkan sudah bolak-balik merasakan hidup di balik dinginnya jeruji besi.

Anton Medan, bisa dibilang memiliki cerita panjang dalam sejarah kriminalitas di Tanah Air. Sejak usia 12 tahun, ia sudah sering terlibat berbagai kasus, mulai dari perampokan, bandar judi, hingga aksi premanisme.

Sejak memutuskan untuk insaf dan menjadi seorang mualaf pada tahun 1992, Anton Medan kini dikenal sebagai sosok pria baik yang selalu menebar banyak manfaat bagi sesama.

Lama tak terlihat di hadapan publik, baru-baru ini terungkap kondisi terkini mantan preman kelahiran Tebing Tinggi, Sumatera Utara ini. Berikut potretnya:

Unggahan Aktor Miller Khan

Melalui unggahannya di Instagram, aktor tampan Miller Khan membagikan momen kebersamaannya dengan Anton Medan dan kerabatnya yang lain. Dalam salah satu fotonya, Miller terlihat menggenggam erat tangan Anton Medan. Namun, hingga berita ini ditulis, belum diketahui pasti hubungan kekerabatan apa yang dimiliki antara aktor asal Malaysia ini dengan Anton Medan.

Dalam keterangan fotonya, Miller juga menuliskan sebuah kalimat yang mengisyaratkan jika Anton Medan sedang dalam kondisi yang tidak terlalu baik.

“Cepet sembuh ya pah,” tulis Miller dengan emoji hati.

Potret Anton Medan di Kursi Roda

Dalam unggahan tersebut, Anton Medan terlihat terduduk lesu di kursi rodanya. Ia juga terlihat menggenggam erat tangan Miller Khan.

Unggahan tersebut pun langsung dibanjiri komentar dari warganet yang turut serta memberikan doa untuk kesembuhan Anton Medan.

anton medan

Instagram/@miller_khan ©2020

Disuapi Miller Khan

Di unggahan Insta Story miliknya, Miller juga membagikan momen saat ia tengah menyuapi Anton Medan yang terduduk di atas kursi rodanya.

“Suapin papah kuw,” tulis Miller.

anton medan

Instagram/@miller_khan ©2020

Sepak Terjang Kehidupan Anton Medan

Sekilas kembali ke masa lalu Anton, kehidupan kelamnya berawal saat ia hijrah ke Ibu Kota untuk mencari pamannya. Namun sial, setelah hidup menggelandang demi mencari sang paman ia justru tak diterima karena merasa malu dengan kondisi Anton yang saat itu baru saja keluar dari penjara setelah terlibat perkelahian dengan seorang sopir di Medan.

Hidup seorang diri di Ibu Kota tentu tidak mudah bagi Anton Medan saat itu. Kerasnya keadaan membuatnya terpaksa mencoba melakukan aksi kejahatan. Sejak saat itu, kejahatan yang pernah dilakukannya tak terbendung lagi. Ia diketahui mulai menjadi pengedar obat-obatan terlarang, menjadi bandar judi kelas kakap, dan lain sebagainya.

Sepak terjang Anton Medan di dunia kriminal telah membuatnya berulang kali keluar-masuk jeruji besi. Namun tak disangka, dari balik dinginnya jeruji besi inilah Anton Medan justru mendapatkan hidayah dan akhirnya insaf.

Pada 1992, Ia akhirnya resmi mengucapkan syahadat dihadapan Almarhum KH Zainuddin MZ, ‘Si Dai Sejuta Umat’. Sejak saat itu, penjahat kelas kakap itu berganti nama dengan Muhammad Ramadhan Effendi.

Dirikan Pesantren dan Masjid

Sejak memutuskan berhijrah, Anton kemudian mendirikan sebuah Majelis Taklim Ata’ibin yang menampung para mantan narapidana dan pengangguran. Ia sengaja mendirikan majelis taklim untuk membina dan menampung para mantan narapidana dan pengangguran untuk kembali ke jalan yang benar.

Ia kemudian juga membangun sebuah pondok pesantren di daerah Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor. Pondok pesantren tersebut juga diketahui didirikan untuk membina para mantan narapidana dan pengangguran.

Dalam pondok, Anton juga mendirikan sebuah masjid yang megah yang dikenal dengan Masjid Tan Kok Liong.

Berita terkait: