Kolaborasi

– Di Indonesia peran pelabuhan menjadi nadi kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi sehingga dalam memahami kebutuhan akan aktivitas pelabuhan yang dinamis, Pelabuhan Indonesia (Pelindo) melakukan kolaborasi demi meningkatkan produktivitas pelabuhan dengan mensinergikan anak–cucu perusahaan dari Pelindo I-IV untuk bergerak bersama dalam bidang penyediaan dan pemeliharaan peralatan.

Berawal dari inisiasi joint procurement spare part yang telah terjalin antara PT Prima Multi Peralatan (PT PMP) cucu dari PT Pelindo I, PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (PT JPPI) anak perusahaan PT Pelindo II, PT Berkah Industri Mesin Angkat (PT BIMA) cucu perusahaan PT Pelindo III, dan PT Equiport Inti Indonesia (PT EII) anak perusahaan PT Pelindo IV sejak 2019 terus berkembang dan saling bekerja sama satu sama lain.

Dalam hal ini, peran anak–cucu perusahaan maintenance pelabuhan dalam meningkatkan pelayanan yang sebelumnya hanya berfokus pada pemeliharaan peralatan, kini berkolaborasi untuk hadir menjadi solusi seluruh permasalahan pada bidang port engineering services . Hal itu dalam rangka mewujudkan implementasi Akhlak pelabuhan yang dicanangkan Menteri BUMN Erick Thohir.

BACA JUGA

Pelindo III Catatkan Kinerja Positif di Tengah Pandemi

Andriyuda Siahaan Direktur Utama PT BIMA menggarisbawahi ketepatan kolaborasi untuk saling melengkapi mewujudkan kerjasama nyata dalam integrasi engineering disektor pelabuhan mengingat keanekaragaman kemampuan yang dimiliki oleh 4 perusahaan terus meningkat.

Diantaranya yaitu, pengadaan alat dan fasilitas pelabuhan, pengoperasian peralatan pelabuhan, pemeliharaan peralatan pelabuhan, pemeliharaan fasilitas pelabuhan, jasa konsultansi engineering , serta penyediaan suku cadang atau material peralatan dan fasilitas pelabuhan.

“Kami berempat PMP, JPPI, BIMA dan EII menyatakan kesatuan tekad dan komitmen saling melengkapi dan bahu membahu mewujudkan layanan yang prima,” jelas Andriyuda melalui keterangan pers, Sabtu (27/2/2021).

Sejalan dengan itu, Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono menyampaikan bahwa pengelolaan dan perawatan peralatan dinilai sangat penting dalam proses operasional di lingkungan Pelindo mengingat aktivitas alat bongkar muat juga menjadi salah satu aktivitas terbesar di industri pelabuhan. Namun demikian kebijakan pemberian harga juga menjadi perhatian mengingat saat ini kondisi ekonomi sedang merangkak naik.

“Tolong berikan pelayanan yang terbaik, terus lakukan improvement , kami siap mendorong bagaimana melakukan perawatan dan sinergi yang pada akhirnya akan memberikan win-win solution ,” tuturnya.

BACA JUGA

Dorong Kinerja Perusahaan, Pelindo 1 Gandeng 3 Badan Usaha

Demikian juga Direktur Utama Pelindo III, U. Saefudin Noer, menyambut inisiatif kolaborasi PT BIMA bersama PT PMP, PT JPPI dan PT EII yang bergerak di bidang engineering ini.

“Kami mendukung kolaborasi ini sebagai bagian dari konsolidasi dan integrasi Pelindo Group,” ucap U. Saefudin.

Secara umum kolaborasi engineering companies Pelindo I-IV ini dilakukan dalam upaya perluasan dan percepatan dalam menangani kebutuhan dalam bidang teknik kepelabuhanan yang secara simbolis disepakati dalam penandatangan nota kesepahaman secara daring (26/2/2021) oleh para anak-cucu perusahaan tersebut.

Keempat perusahaan yang menandatangani nota kesepahaman ini berharap akan adanya peningkatan nilai kinerja operasional, dengan komitmen saling bersinergi dan kolaborasi untuk memberikan peningkatan produktifitas. Karena Kementrian BUMN sudah menetapkan Akhlak sebagai nilai-nilai utama yang diyakini keempat perusahaan ini untuk menjadi lebih kuat lagi untuk terus bersinegi dan kolaboratif dalam meningkatkan produktivitas pelabuhan.

Penandatanganan kesepakatan ini disaksikan oleh keempat Direktur Utama PT Pelindo I Dani Rusli Utama, Pelindo II Arif Suhartono, Pelindo III U. Saefudin Noer dan Pelindo IV Prasetyadi sebagai wujud dukungan penuh dalam kolaborasi port engineering di seluruh lingkungan pelabuhan PT Pelindo I-IV.

BACA JUGA

Pelindo 1 Optimalkan Pemanduan Kapal di Selat Malaka

Berita terkait: