Kolaborasi USG dan FlyBest Siap Hasilkan Pilot Andal

– UniSadhuGuna (USG) Education bekerja sama dengan Flybest Academy (Flybest) meluncurkan konsep baru pendidikan pilot di Indonesia yakni integrasi program Bachelor of Business Aviation Management dan Pilot License .

Dengan program integrasi tersebut kedua institusi memiliki misi menciptakan lulusan pilot maupun profesional di bidang aviasi lainnya yang kompeten dan tangguh dalam menghadapi persaingan dunia kerja era industri 4.0, khususnya di bidang penerbangan di pasar regional dan global.

Penandatangan MoU antara UniSadhuGuna dan Flybest Flight Academy telah dilaksanakan pada 22 Februari 2021 lalu. Untuk memperkuat kerja sama, USG dan FlyBest menggelar talkshow interaktif bertajuk “Masa Depan Aviasi Indonesia dan Peran Serta Pendidikan” secara daring.

Hadir sebagai pembicara, pakar pendidikan dari USG, pakar aviasi dari Flybest serta praktisi – praktisi kenamaan yang
memiliki kedudukan penting di dunia aviasi.

Dalam kondisi pandemi saat ini, dunia penerbangan dan pariwisata mengalami dampak yang luar biasa. Begitu pula dengan dunia pendidikan dan pelatihan di bidang penerbangan. Dalam menghadapi situasi ini, dibutuhkan kemampuan bergerak dan adaptasi secara cepat.

BACA JUGA

Kirim Bantuan ke NTT, TNI AU Kerahkan Dua Pesawat Hercules

Sektor transportasi udara memiliki peran yang sangat penting terhadap pergerakan ekonomi Indonesia. Hal inilah yang menjadi dasar kolaborasi USG dan Flybest yang berpusat di EduCenter, BSD – Tangerang. Inovasi antarsektor pendidikan dengan lini penerbangan merupakan perpaduan yang sangat tepat demi perkembangan kebutuhan pasar industri, pemerintah,
dan masyarakat luas.

“Tantangan era revolusi industri membuka satu peluang kerja baru yang mungkin dulu tidak terpikirkan di semua bidang termasuk aviasi, dan menurut data Mckinsey dan ahli riset lainnya, pasca-pandemi industri pariwisata dan penerbangan akan
menggeliat lagi. Maka lulusan-lulusan pilot saat ini akan berjaya nantinya,untuk itu sebagai praktisi pendidik aviasi kami senantiasa semakin kuat dan terus mengembangkan diri sebagai sekolah akademi terdepan di Indonesia” ungkap Board of Advisors to General Chairman INACA (Indonesia National Air Carriers Association), Dharmadi.

Dalam kesempatan tersebut Dharmadi juga menekankan pentingnya memiliki minimal gelar S1 atau bachelor bagi para pilot. “Memiliki nilai tambah di bidang skills dan akademis sangat berpengaruh untuk kelangsungan karier seorang pilot secara jangka panjang,” katanya.

“Selain dibekali kemampuan menerbangkan pesawat komersial, pilot yang mengantongi gelar S1 ini juga akan secara otomatis memiliki wawasan manajerial tentang pengelolaan bandara dan industri penerbangan yang sangat luas cakupannya. Dengan demikian, mereka juga bisa menempati posisi-posisi di manajerial di masa depan,” papar Dharmadi lagi.

BACA JUGA

Garuda Operasikan Penerbangan Kemanusiaan di NTT

Aimee Sukesna selaku Head of UniSadhuGuna BSD Campus & BTEC Specialist mengatakan, kerja sama USG dan FlyBest ini di luncurkan untuk mendukung perubahan kebutuhan akan pendidikan pilot yang lebih terintegrasi.

Dengan mengambil program Pilot License dari Flybest dan Bachelor of Business dari UniSadhuGuna dan Teesside University UK
dalam waktu bersamaan, diharapkan para lulusan akan mendapatkan pengetahuan mengenai dunia aviasi secara menyeluruh, baik dari sisi tekhnis dan praktik sebagai pilot maupun manajemen industri ini.

“Kurikulum yang kami gunakan diambil dari Negara Inggris, yaitu dari Pearson BTEC dan Teesside University, UK. Konten dari program sangat relevan ke perkembangan manajemen di semua bidang termasuk Aviasi. Ketika mengambil program siswa akan di ajak untuk mendalami lima pilar aspek bisnis termasuk manajemen, pemasaran, keuangan, pengembangan
sumber daya dan operasional,” ujar Aimee.

BACA JUGA

Ketua Komisi V Minta Pemerintah Segera Luncurkan Insentif Maskapai

“Prospek karier dalam dunia aviasi ini sangat menggiurkan dan bukan hal mudah yang dapat diraih semua orang, karena maskapai penerbangan terutama yang jangkauan internasional memiliki aturan dan seleksi yang cukup ketat, beberapa di antaranya selain Air Transport Pilot License dengan minimum 1.500 jam terbang juga membutuhkan kualifikasi bachelor ,” ujarnya lagi.

“Di sinilah peran penting kami, untuk membantu siswa memenuhi syarat maskapai maupun jasa aviasi internasional ini dari kedua sisi baik akademis dan non-akademis atau pengembangan soft skills ”, sambung Aimee.

Berita terkait: