Kolaborasi dan Digitalisasi Kunci Pengembangan Sektor Agribisnis

Sektor agribisnis berpotensi memberi daya ungkit pada pertumbuhan perekonomian Indonesia, mengingat kontribusinya yang cukup besar pada triwulan II 2020.

Berdasarkan data BPS, pada triwulan II 2020 kontribusi sektor pertanian ke PDB Indonesia adalah sebesar 15,46% dengan pertumbuhan positif 2,19% (yoy).

Hal ini memberikan gambaran bahwa di tengah masa pandemi Covid-19, sektor ini masih bisa bertahan dari ketidakpastian yang telah melumpuhkan stabilitas seluruh dunia.

Namun sayangnya, kontribusi sektor pertanian ke produk domestik bruto (PDB) masih tergolong rendah yakni 16,24%, padahal sektor ini menyerap sekitar 30% tenaga kerja.

Mengatasi ini, maka sudah sepantasnya kolaborasi dilakukan dari pihak-pihak yang berkepentingan untuk memperbaiki hambatan yang sudah menjadi akar permasalahan agribisnis di Indonesia, salah satunya melalui digitalisasi.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO), Ebeneser Girsang, mengatakan dari lima besar penyumbang pertumbuhan ekonomi, hanya sektor pertanian yang masih mencatat kenaikan.

Pertumbuhan ini sekaligus membuat kontribusinya terhadap ekonomi nasional terus meningkat. Di sisi lain, memasuki era perkembangan teknologi modern, membawa dampak yang signifikan pada berbagai sektor kehidupan, termasuk sistem pertanian di Indonesia.

Menyadari perubahan tersebut, BRI Agro yang didirikan oleh Dana Pensiun Perkebunan mempunyai peranan penting dan strategis dalam perkembangan sektor agribisnis Indonesia dengan meluncurkan roadmap 2018-2023, salah satunya terkait pengembangan platform digital agriculture ecosystem yang tak hanya menyasar pertanian, namun juga peternakan, perikanan, dan kehutanan.

“Agribisnis yang akan dimasuki BRI Agro, mulai dari pre up stream, up stream, mid stream, dan down stream. Tak sebatas budidaya prosesnya, tapi juga infrastruktur dan sarana pendukungnya,” ujar Ebeneser dalam Literasi Keuangan dengan tema Transformasi Digital di Sektor Agribisnis, yang digelar secara virtual, Kamis (17/9/2020).

Saat ini BRI Agro sudah memiliki aplikasi digital untuk pinjaman yaitu PINANG dan penyalurannya per Agustus 2020 mencapai Rp 65,87 miliar ke 8.552 debitur, dengan rata-rata pinjaman per nasabah Rp 2,3 juta.

Sementara pada 27 September mendatang, BRI Agro yang genap berusia 31 tahun kembali akan meluncurkan internet bank mobile dan kerjasama dengan kluster peternak ikan.

“Di HUT BRI Agro 27 September mendatang, Kami akan gaungkan kolaborasi digital. Bagaimana kita bentuk dan bangun komunitas, lalu mendigitalkan, kemudian setelah itu terjadi proses digitalisasi,” kata Ebeneser.