Klaster Penyebaran Covid-19 di Jakarta, Pasar dan Perkantoran Masuk 5 Besar

– Kepala Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta Widyastuti mengungkapkan sejumlah klaster penyebaran Covid-19 di Jakarta. Berdasarkan hasil analisis terhadap data pemantauan Covid-19 di Jakarta selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, 4 Juni hingga 26 Juli, terdapat 9 klaster penyebaran Covid-19 di Jakarta.

Dari data tersebut, klaster pasar dan perkantoran masuk 5 Besar tempat paling banyak ditemukan orang terpapar Covid-19. Namun, tetap didominasi oleh klaster Rumah Sakit, yakni sebanyak 5.475 pasien atau 46,2 persen.

“Sebanyak 46,2 persen (5.475 orang) berasal dari pasien yang datang ke rumah sakit. Artinya orang bergejala yang ke rumah sakit, kemudian yang diperiksa dan dinyatakan positif,” ujar Widyastuti dalam konferensi via zoom, Selasa (28/7/2020).

Di urutan kedua, kata Widyastuti, ditempati oleh klaster komunitas, yakni pasien atau orang yang ditemukan positif Covid-19 karena didatangi dan diperiksa oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas. Dalam hal ini, tenaga kesehatan dari puskesmas secara aktif mencari dan menemukan orang yang terpapar Covid-19 .

“Pasien yang dicari di komunitas oleh teman kami di Puskesmas ada 34,7 persen (4.120 orang). Kemudian yang lain-lain mulai dari pekerja migran Indonesia (PMI) atau warga Indonesia yang bekerja di luar negeri dan harus transit di Jakarta ada 6,3 persen (749 orang). Dari komunitas pasar 4,6 persen (547 orang), dan perkantoran 3,9 persen (440 orang),” jelas dia.

Lebih lanjut, Widyastuti mengingatkan bahwa 54 persen pasien yang ditemukan merupakan orang tanpa gejala (OTG). Menurut dia, hal ini harus diwaspadai karena mereka mempunyai potensi melakukan penularan terhadap orang terutama kepada mereka yang rentan, seperti orang tua yang berumur 60 tahun ke atas.

“Yang perlu diwaspadai adalah, meskipun gejalanya ringan, pasien tadi (tanpa gejala) berpotensi menularkan sekitarnya. Kita tahu usia 20-50 adalah usia produktif yang bisa menularkan ke keluarganya, teman kantornya, maupun lingkungan lainnya,” pungkas dia.

Klaster Penyebaran Covid-19 di Jakarta:

1. Pasien di Rumah Sakit: 5.475 orang (46,2%)

2. Pasien di Komunitas: 4.120 orang (34,7%)

3. ABK/PMI (Pekerja Migran Indonesia): 749 orang (6,3%)

4. Pasar: 547 orang (4,6%)

5. Perkantoran: 440 orang (3,9%)

6. Pegawai Fasilitas Kesehatan: 350 orang (2,9%)

7. Kegiatan Keagamaan: 108 orang (0,9%)

8. Panti: 29 orang (0,2%)

9. Rutan: 20 orang (0,2%)

Total: 11.838 orang (100,0%)

Data dari 4 Juni hingga 26 Juli 2020

Berita terkait: