KKP Lirik Belitung Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Kelautan dan Perikanan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang melakukan kajian untuk menjadikan Kabupaten Belitung sebagai kawasan Khusus Ekonomi (KEK) Kelautan dan Perikanan. Daerah ini dianggap cocok karena memiliki sumber daya perikanan sangat tinggi, mencapai 2,1 juta ton per tahun dan lokasi strategis di jalur lintasan Singapura – Australia.

Dalam melakukan kajian ini, KKP menggandeng Persatuan Insinyur Indonesia (PPI) untuk menganalisa dan menyiapkan konsep modeling market yang menarik minat investor.

“Kawasan ekonomi khusus kelautan dan perikanan, menurut saya Belitung itu tepat,” ujar Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, saat bertemu Bupati Belitung dan perwakilan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Kantor KKP, Jakarta Pusat, pada Senin (22/2).

Trenggono menjelaskan, rencana pengembangan KEK kelautan dan perikanan ini untuk mendukung menggeliatnya industri perikanan dalam negeri, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Selain itu untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja di sektor ini.

Potensi perikanan tangkap dari perairan Belitung disebut sangat besar mencapai 2,1 juta ton per tahun yang berada di dua Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI), yakni 711 dan 712. Daratan dan pesisirnya dinilai sangat cocok untuk dilakukan budidaya perikanan, salah satunya budidaya kerapu.

KEK Pariwisata di Bangka Belitung

Bangka Belitung bakal memiliki dua kawasan ekonomi khusus (KEK) baru yakni Tanjung Gunung dan Sungailiat. KEK baru ini diyakini dapat mendorong kunjungan wisatawan sebanyak satu juta ke Bangka Belitung tiap tahunnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya di 2019 silam mengatakan potensi devisa yang bakal masuk dari kunjungan satu juta wisatawan ini mencapai USD 1 miliar per tahun.

“Di Tanjung Gunung saja bisa 500.000 sampai satu juta wisatawan sendiri,” ujarnya saat ditemui di KEK Tanjung Gunung, Bangka Belitung, 2019 silam.

Dia melanjutkan potensi investasi dari dua KEK ini mencapai rata-rata Rp 5 triliun. “Kita harapkan tema berbeda. Tanjung gunung MICE. Di sana (Sungailiat) resort. Itu akan saling melengkapi,” ucapnya.

Guna menarik wisatawan, Menteri Arief menyarankan pengelola Tanjung Gunung untuk bisa membuat landmark berupa theme park. “Seperti Mandalika bisa menarik motoGP. Dan itu sudah diterima pak presiden, final.”

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6.com

Berita terkait: