KKP: Budidaya ikan nila dengan kincir tingkatkan produktivitas

akan tata agar lebih bagus dan pengunjung bisa terkesan melihat kawasan ini Jakarta () – Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan inovasi teknologi budidaya ikan nila dengan kincir di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mampu meningkatkan produktivitas sektor perikanan.

“Kami berkomitmen untuk mengembangkan lokasi (Sleman) ini khusus minawisata dengan keunggulan inovasi teknologi budidaya ikan nila dengan kincir atau disingkat Budikucir. Nanti kita akan tata agar lebih bagus dan pengunjung bisa terkesan melihat kawasan ini,” kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurut Slamet, pihaknya akan menyalurkan bantuan kincir, induk nila merah dan sarana produksi lainnya sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, mutu dan daya saing ikan nila yang dihasilkan.

Ia mengungkapkan sebelum menggunakan kincir, produktivitas kolam milik kelompok Mina Taruna itu hanya 400 kg di kolam seluas 255 meter persegi.

Setelah menggunakan kincir, lanjutnya, produksinya dapat mencapai 1.300 kg, dengan kata lain terjadi peningkatan produktivitas lebih dari 300 persen dengan menggunakan 1 unit kincir.

Ia juga memaparkan bahwa kegiatan usaha budidaya yang dirintis kelompok Mina Taruna sudah dimulai tahun 1998, dan saat ini telah berkembang dan memberikan dampak positif bagi ekonomi pembudidaya.

Kegiatan Sibudidikucir atau sistem budidaya ikan dengan teknologi kincir air, merupakan salah satu kegiatan unggulan yang telah dikembangkan oleh kelompok ini dan menjadi salah satu ikon perikanan budidaya di Sleman.

Usaha lain yang dikembangkan kelompok ini adalah pembenihan ikan nila, pendederan ikan nila, koi dan gurami. Kegiatan usaha pembesaran ikan ini dilakukan baik di kolam dengan kincir, juga di kolam air deras.

Ketua Kelompok Mina Taruna, Santo saat dimintai keterangannya, mengatakan bahwa perkembangan usaha yang dialami oleh kelompok ini cukup membanggakan.

Santo menyebut bahwa dari semula hanya memiliki kolam sebanyak 10 kolam dengan luas 0,8 ha, saat ini sudah berkembang menjadi 98 kolam di lahan seluas 3,3 ha.

“Kemajuan dari kelompok ini tak lepas dari pembinaan dan pendampingan yang dilakukan oleh Dinas setempat beserta penyuluh perikanan. Ke depan PR kami menjadikan kawasan minawisata yang lebih maju,” ucapnya.

Baca juga: Menteri KKP panen 804 ekor ikan nila di Kupang
Baca juga: Dinas KPKP tebar benih nila di GOR Rorotan
Baca juga: Disperpa Kota Magelang tebar bibit nila di areal demplot mina padi

Berita terkait: