Kisah Jenderal Mulyono Senang Merangkul Prajurit TNI, Alasannya Sungguh Mulia

Mantan Kasad TNI AD Jenderal (Purn) Mulyono memang melekat di hati para prajurit pembela Ibu Pertiwi. Sikap rendah hati hingga apa adanya adalah karakteristik yang menonjol dari pria kelahiran Boyolali pada tahun 1961 ini.

Salah satu kebiasaan yang menjadi terkenal dari Jenderal (Purn) Mulyono ialah saat dirinya acap kali memeluk para prajurit saat bertandang ke markas satuan bawahannya kala itu. Rupanya ada alasan tersendiri di balik Jenderal Mulyono melakukan hal tersebut.

1 dari 6 halaman

Tak Bermaksud untuk Pencitraan

Dirangkum dari unggahan pada laman Instagram @duniamiliter, Jenderal (Purn) Mulyono secara terang-terangan mengaku bahwa kebiasaannya tersebut bukanlah semata-mata untuk pencitraan bagi kariernya. Hal itu pun tak pernah terlintas di benaknya.

“Pertanyaan kedua, ini yang fenomenal, Bapak. Mengapa senang dirangkul dan merangkul prajurit saat Bapak berkunjung ke satuan-satuan Bapak?,” pertanyaan yang terlontar kepada Jenderal TNI (Purn) Mulyono.

“Ya sekali lagi. Rangkul dan merangkul sekali lagi mohon maaf itu saya bukan pencitraan. Saya enggak pernah membuat pencitraan di mata prajurit,” jawabnya.

2 dari 6 halaman

Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Senang merangkul prajurit rupanya ia lakukan berdasarkan pengalamannya saat menjadi prajurit bawahan. Jenderal yang merupakan lulusan terbaik dari Seskoad pada tahun 1999 ini mengaku stres dan takut kala didatangi oleh atasannya saat itu.

kisah jenderal mulyono senang merangkul prajurit tni

Instagram/@duniamiliter ©2020

“Tapi itu saya lakukan semata-mata karena pengalaman saya. Saya waktu jadi Komandan Satuan Bawahan itu kalau ada pimpinan datang, itu rasanya apa ya. Stress, kemudian takut, terus nanti apa yang dimarahi, apa ini, perasaan seperti itu,” jelasnya.

3 dari 6 halaman

Merasakan Kesenjangan

Perasaan takut dan was-was tersebut tak lain diakuinya merupakan sebuah bentuk dari kesenjangan yang panjang di tubuh TNI AD. Jenderal yang memiliki banyak tanda jasa ini rupanya tak mau apabila bawahannya merasa kaku dan takut kepadanya saat jabatan Kasad melekat di pundaknya.

“Jadi antara pimpinan dan anggota itu rasa gapnya sangat panjang sekali. Seorang prajurit pengen ketemu Panglimanya saja setengah mati,” paparnya.

4 dari 6 halaman

Ingin Menghapus Kesenjangan

Bukan hanya tak mau bawahannya merasa takut kepadanya, namun Jenderal Mulyono pun juga bertekad untuk menghapus kesan buruk mengenai pimpinan. Hal itu lantas ia terapkan di berbagai kebiasaan, salah satunya dengan memeluk para prajurit.

“Saya ingin menghapus itu. Maka dalam setiap kunjungan saya, saya pengen menghapus kesan-kesan seperti itu. Jangan sampai pimpinan itu atau atasan itu ditakuti oleh bawahan. Enggak boleh itu,” ujarnya.

5 dari 6 halaman

Bangun Ikatan Batin

Dengan memeluk para prajurit yang ditemuinya, ia yakin dengan cara itu lah ikatan batin akan terjalin kuat antara pimpinan dengan bawahan. Meski berpangkat tinggi, namun Jenderal Mulyono tak ingin ketakutan terbesit di hati para prajurit.

kisah jenderal mulyono senang merangkul prajurit tni

Instagram/@duniamiliter ©2020

“Itu adalah wujud kesetaraan, itu adalah wujud kuatnya ikatan batin antara pemimpin dengan yang dipimpin. Saya pengen prajurit saya tidak takut dengan pangkat saya,” ucapnya.

6 dari 6 halaman

Pernah Buang Pangkat

Jenderal yang memiliki tiga orang anak ini pun menceritakan pengalaman uniknya kala bertandang ke Kopassus saat dirinya menjabat sebagai pimpinan. Bertekad kuat untuk menghapus kesenjangan, pangkat yang menempel di pundaknya pernah ia buang di depan para prajurit kecintaannya.

“Maka sampai pernah saya kunjungan ke Kopassus, pangkat saya saya buang itu bukan karena ndak itu saya buang. Itu karena wujud dorongan dari hati saya supaya prajurit itu jangan merasa pangkat ini segala-galanya,” pungkasnya.

[mta]

Berita terkait: