Khamenei: Iran Dapat Perkaya Uranium Hingga Kemurnian 60%

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, Iran bisa memperkaya uranium hingga kemurnian hingga 60% jika negara itu membutuhkannya.

Seperti dilaporkan Reuters , Senin (22/2), Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah menyerah pada tekanan Amerika atas program nuklirnya. Iran masih menghadapi ketidakpastian dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tentang masa depan kesepakatan nuklir yang berantakan.

“Tingkat pengayaan uranium Iran tidak akan dibatasi hingga 20 persen. Kami akan meningkatkannya ke tingkat apa pun yang dibutuhkan negara. Kami dapat meningkatkannya menjadi 60 persen,” bunyi laporan TV mengutip Khamenei.

BACA JUGA

Sanksi AS Picu Kerugian Rp 14.070 Triliun pada Ekonomi Iran

Kesepakatan nuklir Iran 2015 dengan enam kekuatan, telah dilanggar sejak Amerika Serikat mundur pada 2018. Kesepakatan itu membatasi kemurnian fisil yang dapat digunakan Teheran untuk memurnikan uranium pada 3,67%, jauh di bawah 20% yang dicapai sebelum perjanjian dan jauh di bawah 90 % yang cocok untuk senjata nuklir.

“Pihak Amerika dan Eropa dalam kesepakatan itu telah menggunakan bahasa yang tidak adil terhadap Iran. Namun Iran tidak akan menyerah pada tekanan. Sikap kami tidak akan berubah,” kata Khamenei.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan komentar Khamenei “terdengar seperti ancaman” dan menolak untuk menanggapi apa yang digambarkan sebagai “hipotesis” dan “sikap”.

Price menegaskan kembali kesediaan AS untuk terlibat dalam pembicaraan dengan Iran tentang kembali ke kesepakatan nuklir 2015.

Berita terkait: