Ketum PKB minta Presiden Jokowi perhatikan kesehatan santri

Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar meminta Presiden Joko Widodo untuk memberikan perhatian yang sungguh-sungguh untuk kesehatan santri di seluruh tanah air.

“Harapan besar kami, pemerintah dan presiden memberikan perhatian yang sungguh-sungguh terutama di bidang kesehatan para santri santri kita di berbagai pelosok tanah air,” kata Muhaimin dalam sambutannya di hadapan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis.

Baca juga: Presiden Jokowi harap PKB tidak kendor semai nilai moderat

Muhaimin menjelaskan lima tahun lalu, terdapat anggaran kesehatan dari pemerintah pusat untuk pesantren . Tetapi beberapa waktu terakhir, mengalami hambatan, yang kemungkinan karena APBN. Tetapi pihaknya berharap ke depannya, anggaran untuk kesehatan semakin meningkat.

Musyawarah nasional (Munas) alim ulama dan musyawarah kerja nasional (Mukernas) PKB tahun 2021 dibuka langsung Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis.

Muhaimin mengatakan para Kiai dan para ulama yang diundang adalah para tokoh-tokoh bangsa, yang selama ini berkontribusi dan senantiasa memiliki komitmen yang tinggi, untuk mengabdikan diri bagi keutuhan bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus mendorong kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Muhaimin mengatakan penyelenggaraan dan pemulihan pendidikan di saat pandemi bukan hal yang mudah. Sehingga berbagai upaya harus dilaksanakan secara mandiri maupun bersama-sama dengan pemerintah.

Baca juga: Muhaimin: Tiga prioritas agenda Munas alim ulama dan Mukernas PKB

Para kiai dan para ulama pesantren yang terlibat di dalam Munas Alim Ulama adalah bagian dari para pimpinan pondok pesantren yang tetap terus secara konsisten menjalankan pelaksanaan pengajaran dan pendidikan, meskipun di era pandemi yang sulit.

“Beliau-beliau memimpin pesantren, bahkan selama satu tahun lebih ini berhasil melakukan Lockdown secara mandiri,” jelas Muhaimin.

Sejumlah pondok pesantren yang telah berhasil dan sukses tetap melakukan pengajaran selama pandemi COVID-19 dinya Ponpes Lirboyo Kediri dengan jumlah santri 32 ribu santri yang tetap bermukim di dalam Pesantren.

“Bahkan ada keluhan orang tua santri, karena sudah setahun lebih tidak boleh menengok putra-putrinya,” ungkap Muhaimin.

Kemudian Ponpes Ploso Kediri dengan 20 ribu santri, Ponpes Tebuireng dengan 10 ribu santri, Ponpes Darussalam Blokagung Banyuwangi dengan 10 ribu santri, Ponpes Babakan Ciwaringin Cirebon dengan lima ribu santri, Ponpes API Magelang dengan 13 ribu, Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang dengan 10 ribu santri dan ponpes lainnya di Indonesia.

“Pondok pesantren itu akan mendapatkan penghargaan khusus dari PKB atas kinerja dan keseriusan dalam melaksanakan pengajaran dan pendidikan dengan sukses selama pandemi,” jelas Muhaimin.

Sementara itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan ungkapan terima kasih atas kontribusi alim ulama dalam menjaga persatuan, kerukunan, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Alim ulama juga telah banyak berperan untuk menebarkan toleransi, dan menjadikan kebhinekaan sebagai fondasi persatuan. Presiden Jokowi sangat menghargai dukungan para alim ulama terhadap pemerintah dalam menurunkan tingkat penularan COVID-19.

Baca juga: Jokowi harap PKB terus perkuat fondasi keagamaan dan kebangsaan

Baca juga: Presiden harap PKB terus dorong inovasi tata kelola politik yang baik

Berita terkait: