Ketua DPR Minta Parlemen Segera Hasilkan UU Atasi Dampak Pandemi Covid-19

Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta parlemen melakukan terobosan agar bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Salah satunya melalui fungsi legislasi dengan menghasilkan undang-undang dalam membantu masyarakat.

“Di tengah kekhawatiran rakyat dan beban ekonomi yang bertambah, parlemen harus menunjukkan bahwa kita tidak berhenti sejenak pun serta terus bekerja untuk rakyat. Anggota parlemen harus makin cepat menghasilkan Undang-undang yang dapat membantu mengatasi dampak pandemi Covid-19, juga harus tetap dapat menangkap aspirasi rakyat,” kata Puan saat pidato dengan bahasa Inggris di acara Inter-Parliamentary Union 5th World Conference of Speakers of Parliament yang berlangsung secara virtual, Kamis (20/8).

“Justru di saat seperti inilah, mereka ingin merasa lebih dekat dengan parlemen untuk menyampaikan aspirasinya. Karena itu, diperlukan terobosan-terobosan dalam cara kerja parlemen di tengah pandemi Covid-19,” lanjutnya.

Kemudian, Puan juga menyampaikan bahwa terobosan untuk membuat kehadiran parlemen lebih dirasakan menjadi hal penting dalam upaya menjaga kepercayaan masyarakat. Dengan memberi dampak positif inilah yang akan membuat masyarakat memandang parlemen sebagai institusi yang tetap relevan dalam kehidupan mereka.

“Di Indonesia, anggota parlemen sudah menggunakan cara-cara baru di dalam kenormalan baru untuk memastikan tugas DPR dapat terus berjalan dengan lancar dan produktif, termasuk menggunakan kombinasi metode virtual dan tatap muka dalam pelaksanaan rapat,” kata Puan.

Kembangkan Sistem Informasi Legislasi

Puan mengklaim DPR selama ini sudah melakukan beberapa terobosan agar lebih dekat dengan rakyat. Salah satu cara dengan mengembangkan Sistem Informasi Legislasi di website DPR yang dapat dengan mudah digunakan oleh siapa pun yang mengaksesnya.

“DPR juga hadir di media sosial dalam bentuk saluran layanan pengaduan mobile dan online agar rakyat dapat lebih mudah menyampaikan aspirasinya,” ucapnya.

Kendati demikian, Puan menyebut DPR akan terus melakukan inovasi dan terobosan demi memberi dampak positif bagi masyarakat.

“Badan Legislasi DPR juga telah menggunakan mekanisme partisipasi publik online dalam pembahasan RUU yang menjadi usulan DPR. Para pakar, akademisi, think-tank, dan organisasi masyarakat bisa mengambil bagian dalam proses ini,” katanya.

“Kami di Indonesia yakin bahwa masih banyak lagi cara-cara baru yang diterapkan untuk menjembatani kesenjangan antara parlemen dengan rakyat,” pungkasnya. [lia]

Berita terkait: