Ketua DPD: Program OPOP jadi basis kekuatan ekonomi pesantren

Ada banyak program yang bisa dikembangkan… saya menilai SDM di pondok-pondok pesantren cukup mumpuni untuk mengembangkan program tersebut Surabaya – Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengapresiasi Program One Pesantren One Product ( OPOP) yang kini telah menjelma menjadi basis kekuatan ekonomi pesantren mandiri di Jawa Timur, dan meyakini program itu akan membantu Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Namun tentu saja program itu memerlukan dukungan kekuatan finansial, salah satunya melalui perbankan syariah,” ujar Ketua DPD La Nyalla dalam keterangan persnya di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Rabu.

Ia bersyukur Bank Jatim juga memberi kemudahan akses perbankan untuk program OPOP tersebut.

“Langkah inovasi ini patut diberikan apresiasi yang tinggi dan dukungan yang maksimal agar langkah konkret OPOP ini dapat segera diwujudkan,” tegas Ketua DPD La Nyalla.

Baca juga: Khofifah: OPOP perkuat ekonomi Jawa Timur

Baca juga: Khofifah: OPOP perkuat ekonomi Jawa Timur

Senator Dapil Jawa Timur itu meminta kepada pondok-pondok pesantren untuk menjalankan Program OPOP ini dengan penuh amanah.

Ia optimistis apabila program OPOP dikembangkan dengan serius akan menjadi percontohan masyarakat berbasis pesantren.

“Ada banyak program yang bisa dikembangkan pada program tersebut. Dan ini saya menilai SDM di pondok-pondok pesantren cukup mumpuni untuk mengembangkan program tersebut,” kata Ketua DPD La Nyalla .

Ia berharap ini menjadi pioner kemandirian pesantren yang ke depannya program ini dapat menjadi percontohan masyarakat berbasis pesantren.

Baca juga: 500 pesantren ikuti pameran virtual “One Pesantren One Product” 2020

Baca juga: Pameran virtual produk pesantren catat transaksi hingga Rp21,02 miliar

 

Berita terkait: