Ketaatan Protokol Covid-19 Warga Jambi Turun 27%

Ketaatan warga masyarakat Jambi melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 menurun hingga 27%. Indikator turunnya ketaatan warga masyarakat di Jambi melakukan protokol kesehatan tersebut nampak dari penurunan penggunaan masker, hand sanitizer (pembersih tangan), stay at home (karantina rumah), tidak sering menyentuh hidung, mata dan mulut. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu pemicu terus meluasnya penularan Covid-19 di daerah tersebut.

“Berdasarkan analisa tim pakar Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, ketaatan warga masyarakat di Jambi melaksanakan protokol kesehatan menurun. Penurunan ketaatan tersebut tercermin dari semakin enggannya warga Jambi menggunakan masker ketika ke luar rumah, tidak sering mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer dan jaga jarak,” kata Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah di Jambi, Minggu (18/10/2020).

Menurut Johansyah, ada 10 ketentuan protokol kesehatan Covid-19 yang semakin tidak ditaati warga masyarakat di Jambi empat bulan terakhir. Ketaatan mengenai ketentuan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir di Jambi menurun dari 87,4% Juni lalu menjadi 60,3% akhir September lalu (turun 27,1%). Kemudian ketaatan menggunakan masker ketika ke luar rumah dan di tempat umum menurun dari 84,3% menjadi 74,3% (10%).

Selain itu, lanjut Johansyah, ketaatan warga Jambi menggunakan hand sanitizer menurun dari 87,1% menjadi 57,9% (turun 29,2%). Tidak sering menyentuh hidung, mata dan mulut turun dari 17,5% menjadi 8,2% (9,3%), karantina rumah turun dari 67,2% menjadi 42,3% (turun 24,9%) dan gantipakaian setelah bepergian turun dari 69,9% menjadi 53% (turun 16,9%).

“Ketaatan warga Jambi menyemprotkan disinfektan di rumah dan kendaraan juga turun dari 46% menjadi 30,9% (turun 15,1%), aktivitas fisik turun dari 68,5% menjadi 4,2% (64,3%), konsumsi peningkat imunitas turun dari 84,3% menjadi 57,9% (turun 26,4%) dan tidak merokok turun dari 62,5% menjadi 54,7% (turun 7,8%),” katanya.

Johansyah mengatakan, ketentuan protokol kesehatan Covid-19 yang semakin ditaati warga masyarakat Jambi hanya satu, yakni perilaku batuk/bersin baik, yakni naik dari 73,9% Juni lalu menjadi 98, % akhir September atau naik 24,5%.

Dijelaskan, menurunnya ketaatan warga masyarakat di Jambi melakukan protokol kesehatan Covid-19 tersebut diduga sebagai salah satu pemicu masih terus meningkatnya kasus Covid-19 di dearth itu. Untuk itu, peningkatan kedisiplinan dan penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19 di Jambi hingga kini masih terus dilakukan.

“Di Kota Jambi sendiri, relaksasi kegiatan ekonomi, sosial dan kemasyarakatan yang dilakukan sejak awal Juni 2020 kini dicabut kembali. Selain itu, jam malam juga kembali diberlakukan di Kota Jambi. Semua ini dilakukan untuk menekan kasus Covid-19. Kami berharap warga masyarakat koopeatif melaksanakan protokol kesehatan ini,”ujarnya.

Dijelaskan, total pasien positif Covid-19 di Jambi hingga Sabtu (17/10) sudah mencapai 968 orang, sembuh (368 orang), meninggal 18 orang dan masih dirawat (584 orang). Kasus baru positif Covid-19 di Jambi, Sabtu (17/10) bertambah 26 orang dan sembuh bertambah 27 orang.

Berita terkait: