Kepercayaan Publik Merosot, KPK Introspeksi Diri

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) Nawawi Pomolango menyatakan hasil survei Indikator yang menyebut tingkat kepercayaan publik kepada KPK menurun dari 81,3 persen menjadi 74,3 persen menjadi cermin bagi Lembaga Antikorupsi. Dikatakan Nawawi, hasil survei yang menempatkan posisi KPK berada di bawah lembaga lain seperti TNI, Polri, dan Kejaksaan Agung itu menjadi masukan yang penting bagi KPK dalam memperbaiki kinerja ke depan.

“KPK melihat survei tersebut sebagai cermin. Jadi kami hargai pendapat masyarakat yang tergambar dari persepsi responden survei. Saya juga memahami, mengacu ke Pasal 20 UU 30 tahun 2002 yang sudah diubah dengan UU Nomor 19 Tahun 2019, KPK bertanggungjawab pada publik dalam pelaksanaan tugas. Jadi respon dan masukan dari masyarakat itu kami pandang penting,” kata Nawawi melalui keterangan, Rabu (22/7/2020).

Nawawi mengatakan, keseriusan KPK dalam mendengar masukan masyarakat ditunjukkan dengan mendengar langsung paparan dari Indikator dan Litbang Kompas mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pembentukan kepercayaan publik tersebut. Dari paparan kedua lembaga itu, KPK mengidentifikasi sejumlah saran positif. Beberapa saran itu, yakni KPK diminta memperhatikan dan tetap menjaga komunikasi dengan critical mass atau masyarakat yang selama ini sangat concern dengan KPK.

“Membuktikan juga pada publik bahwa KPK terus bekerja memberantas korupsi dalam kerangka enam tugas KPK, termasuk Penindakan dan Pencegahan tentu saja,” katanya.

Selain itu, Nawawi mengaku, pihaknya juga mencermati hasil disampaikan narasumber dari Litbang Kompas . Meskipun, kata Nawawi terdapat perdebatan tentang metodologi daring yang digunakan untuk survei 2020.

“Saat itu disampaikan ada 5 faktor yang berpengaruh pada persepsi publik pada KPK , yaitu kondisi penegakan hukum nasional, independensi dan kemampuan penegak hukum, keterkaitan dengan situasi politik, kemampuan OTT, dan faktor kelembagaan KPK. Untuk faktor kelembagaan KPK tersebut termasuk diantaranya bagaimana publik menilai Pimpinan KPK, dan persepsi terhadap Juru Bicara atau pejabat lain di KPK dalam berkomunikasi ke publik,” katanya.

Untuk Nawawi mengatakan, hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga merupakan wujud peran serta masyarakat untuk menjaga dan mencintai KPK . Meskipun tidak dalam konteks berlomba dengan instansi lain, Nawawi memastikan KPK akan semaksimal mungkin melakukan koreksi ke dalam agar publik mempercayai kerja KPK sepenuhnya.

“Kami sadar, pemilik KPK yang sesungguhnya adalah masyarakat Indonesia. Pimpinan, Dewas dan seluruh pegawai akan menjalankan amanat di KPK ini sebaik-baiknya,” katanya.

Berita terkait: