Kenali Dampak Kekurangan Vitamin D pada Anak

Meski tinggal di garis khatulistiwa yang memiliki paparan sinar matahari terjadi sepanjang tahun, anak Indonesia malah mengalami kekurangan atau defisiensi vitamin D. Hal itu berdasarkan data Seanuts 2011-2012 menunjukan bahwa anak Indonesia berusia 2-12 tahun mengalami defisiensi vitamin D sebanyak 38,76 persen.

Ahli Alergi Imunologi Anak Indonesia, Prof Dr Budi Setiabudiawan dr SpA(K) Mkes mengatakan, faktor risiko terjadinya defisiensi vitamin D karena kadar paparan ultraviolet yang rendah, paparan sinar matahari yang tidak mencukupi karena aktivitas dominan di dalam ruangan pakaian yang sangat tertutup, dan menghindari sinar matahari. Faktor individu juga mempengaruhi seperti warna kulit gelap, lanjut usia, bayi baru lahir, kehamilan, obesitas, dan sindroma malabsorpsi.

“Defisiensi vitamin D akan beresiko mengalami penyakit infeksi, penyakit keganasan, penyakit alergi, penyakit autoimun, dan gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Tidak hanya itu, berdasarkan penelitian penurunan kadar vitamin D juga berkaitan dengan tingkat keparahan Covid-19,” ungkap Prof Budi di sela webinar Kalbe Vitamin D3 Series.

Menurut Prof Budi, sumber utama vitamin D atau sebanyak 90 persen adalah sinar matahari, sedangkan makanan hanya sebesar 10 persen. Namun, sinar matahari yang mengandung vitamin D adalah pada paparan UVB. Sinar UVB di Indonesia baru akan muncul diatas pukul 10.00 pagi sampai 03.00 sore.

“Jadi, sebaiknya mengajak anak berjemur atau beraktivitas di luar untuk mendapatkan sinar Vitamin D pada jam tersebut. Untuk lamanya, cukup dengan durasi 10 menit hingga 15 menit saja,” jelasnya.

Product Manager PT Kalbe Farma Tbk, Tekla Rosa Oktivia menambahkan, Kalbe memiliki produk vitamin D3 yang dapat membantu mempertahankan kesehatan yaitu vitamin Prove D3-1000 IU dan Prove D3 Drops (sediaan tetes).

Saat ini, Prove D3-1000 IU sudah dapat diperoleh dengan resep dokter di rumah sakit, klinik dan apotek terdekat dengan harga terjangkau. Sedangkan Prove D3 Drops merupakan sediaan tetes pertama di Indonesia untuk vitamin D yang dapat diperoleh tanpa resep dokter di apotek.

“Harapannya, Prove D3 dapat menjadi bagian perjalanan keluarga Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan vitamin D,” kata Rosa.

Berita terkait: