Kempupera Perluas Cakupan Jaringan Irigasi Bendung Baliase

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) memperluas cakupan jaringan irigasi induk Bendung Baliase di Kabupaten Luwu Utara, untuk memenuhi luas layanan irigasi lahan pertanian 21.928 hektar.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Basuki Hadimuljono, mengatakan, program pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi merupakan salah satu program prioritas Kempupera untuk mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan.

“Dalam mengelola irigasi, tidak cukup hanya dilihat dari aspek teknis, tetapi juga butuh pendekatan budaya terutama kebiasaan para petani dalam bertanam. Jadi, harus kita pelajari betul di lapangan, pola perilaku para petani kita. Sehingga kita bisa belajar bagaimana cara membagi air untuk keperluan irigasi,” kata Basuki dalam pernyataan resminya, Jumat (24/7/2020).

Peningkatan jaringan irigasi Bendung Baliase tersebut dikerjakan Kempupera melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Ditjen Sumber Daya Air (SDA) dengan membangun saluran irigasi baru yang dibagi menjadi 3 bagian yakni jaringan irigasi kiri, kanan 1 dan kanan 2 dengan total biaya Rp 1,03 triliun.

Adapun pembiayaan pembangunan jaringan irigasi di bagian kiri bersumber dari APBN sebesar Rp 366,4 miliar melalui skema multi years contract (MYC) tahun 2016-2021 oleh kontraktor PT Jaya Konstruksi-PT Bumi Karsa (KSO).

Pekerjaan konstruksi jaringan irigasi ini meliputi saluran induk sepanjang 7,9 kilometer (km), 14 ruas saluran sekunder dengan total panjang 74,5 km, saluran pembuang sepanjang 38,4 km, dan bangunan irigasi seperti bagi sadap 96 buah, sadap 76 buah, jembatan 70 buah, gorong-gorong 52 buah, tejunan 11 buah, dan siphon 2 buah. Saluran irigasi bagian kiri diproyeksikan akan memberi manfaat seluas 7.880 hektare.

Sedangkan jaringan irigasi bagian kanan dibagi menjadi 2 yakni kanan 1 dengan biaya APBN sebesar Rp 393,5 miliar (MYC) tahun 2016-2021 mengairi seluas 4.919 hektare dan kanan 2 dengan biaya Rp 297,9 miliar mengairi seluas 5.567 hektare.

Pembangunan konstruksi jaringan irigasi bagian kanan meliputi saluran induk 4,82 km, 27 ruas saluran sekunder sepanjang 111,3 km, saluran pembuang 34,7 km, dan bangunan irigasi seperti bagi sadap 146 buah, talang 7 buah, siphon 2 buah, gorong-gorong 72 buah, jembatan 171 buah, dan terjunan 31 buah.

Berita terkait: