Kemparekraf Tingkatkan Informasi Publik untuk Gelorakan Pariwisata

Pandemi Covid-19 membuat sektor pariwisata terpuruk. Seiring berjalannya waktu, pariwisata Indonesia mulai bergeliat meski masih terbatas dan harus melakukan adaptasi mengingat pandemi belum berakhir.

Kondisi ini memberikan tantangan besar bagi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) dalam memberikan pelayanan dan penyampaian informasi terhadap publik. Oleh sebab itu perlu peran media sebagai penyambung informasi publik tentang bagaimana pariwisata kini sudah mulai bergeliat.

Hal tersebut yang perlu penyesuaian pola ataupun medium komunikasi agar informasi dan layanan publik tetap berjalan dengan baik. Biro Komunikasi sebagai satuan kerja di Kemparekraf selalu berupaya memberikan pelayanan publik yang prima bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang kepariwisataan dan ekonomi kreatif.

BACA JUGA

Geliat Pariwisata Bali Makin Digencarkan

“Kami menyikapi dengan melakukan penyesuaian pola komunikasi terhadap masyarakat dan tidak terkecuali media sebagai salah satu mitra penting biro komunikasi dalam menyampaikan kebijakan dan program kementerian dalam upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Agustini Rahayu dalam keterangan persnya, Sabtu (21/11/2020).

Ditambahkannya, media sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat perlu ditingkatkan fungsinya agar pariwisata bisa kembali bergeliat lagi.

“Dengan bantuan media, kita berharap masyarakat bisa tahu pariwisata kita sudah mulai begeliat. Destinasi yang kita miliki juga sudah siap menerima wisatawan meskipun saat ini masih terbatas wisatawan nusantara. Kita perlu meyakinkan konsumen, gaining confidence . Mengembalikan kepercayaan pasar atau masyarakat luas, kepercayaan wisatawan, itu paling penting untuk terjadi sekarang ini,” tegasnya.

BACA JUGA

Kemparekraf Pastikan Pariwisata Bali Aman Dikunjungi

Sementara itu, Staf Khusus Komunikasi sekaligus Juru Bicara Kemenparekraf/Baparekraf, Prabu Revolusi menyatakan desakan teknologi digital memberikan dorongan perubahan pada konsep ruang berita yang lebih tech savvy dan inklusif. Sementara new normal akibat pandemi Covid-19 memaksa terjadinya disrupsi jurnalistik lebih cepat.

“Ruang kolaborasi yang lebih kuat inilah yang nantinya akan kita terus bangun dengan media sehingga perspektif publik terhadap policy (kebijakan) pemerintah jadi semakin terbuka. Saya yakin bila unsur Pentahelix khususnya dari media ini ditingkatkan, bukan tidak mungkin pariwisata di Indonesia kembali menggeliat meskipun saat ini harus dengan membiasakan pola hidup Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB),” tambahnya.

Berita terkait: