Kemiskinan Bertambah, Pakar: Percepat Belanja APBD dan Ciptakan Aktivitas Ekonomi Baru

– Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun 35 kabupaten/kota di Jateng harus bergerak cepat untuk membantu masyarakat yang kian bertambah berat beban hidupnya akibat pandemi Covid-19. Apalagi, temuan BPS mencatat bahwa Maret 2020, terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin, yang diduga kuat sebagai dampak dari pandemi tersebut.

Pakar ekonomi dari Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Dr Angelina Ika Rahutami menegaskan, refoccusing APBD harus betul-betul digunakan bukan hanya untuk menjaga agar mereka dapat makan dan hidup dalam satu bulan ke depan, namun untuk menciptakan aktivitas-aktivitas ekonomi baru, sehingga mereka mampu melakukan self help atau kemandirian.

‘’Bantuan sosial saat ini penting, namun harus dikembangkan ke arah yang membuat mereka mampu menghidupi dirinya suatu saat kelak. Sehingga bila krisis akibat pandemi ini telah berakhir, maka persentase kemiskinan pun berangsur turun,’’ ujar Ika Rahutami, kepada , Kamis (16/72020).

Dia mengakui, Pemprov Jateng maupun pemkab/pemkot sudah menurut melakukan refocussin g dan realokasi anggaran, hanya eksekusinya dinilai relatif lambat. Perlu adanya pengawasan dalam pencairan bansos termasuk ketepatan sasaran.

Terkait penambahan miskin baru saat pandemi, menurutnya, pemerintah perlu melihat secara lebih detail data pertambahan kemiskinan yang terjadi di desa atau di kota. Kemudian perlu dilihat pula apakah karena PHK (pemutusan hubungan kerja) atau kehilangan pendapatan akibat tak lagi bisa berdagang.

‘’Pendataan penting, karena obat kemiskinan tidak dapat seragam, walaupun kemiskinan ini muncul akibat pandemi,’’ tegasnya.

Dia juga menyatakan bahwa social capital menjadi hal yang esensial dlm setiap krisis seperti saat pandemi ini. Maka, masyarakat harus bergotong-royong dan saling jaga untuk mempertahankan kesiapan dan kemandirin dalam beradaptasi dengan kebiasaan baru. Termasuk juga rumah tangga dalam kategori miskin. Mereka butuh dibekali keterampilan dan akses untuk kembali bangkit.

‘’Karena kemiskinan ini muncul akibat pandemi maka kohesivitas sosial menjadi penting. Kepedulian dan bela rasa. Jogo Tonggo yang sudah dilakukan di Jateng, adalah satu cara yang banyak membantu tetangga untuk tidak jatuh ke jurang kemiskinan,’’ tegasnya.