Kemenperin pacu startup jadi implementator Industri 4.0 bagi IKM

Salah satu langkah yang ditempuh Kemenperin menggelar Program Startup4industry untuk menjembatani kebutuhan inovasi para pelaku IKM dan masyarakat dengan para startup sebagai penyedia teknologi. Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memacu startup menjadi implementator Industri 4.0 bagi industri kecil dan menengah (IKM) untuk membantu percepatan pemulihan ekonomi dan substitusi impor

“Salah satu langkah yang ditempuh Kemenperin menggelar Program Startup4industry untuk menjembatani kebutuhan inovasi para pelaku IKM dan masyarakat dengan para startup sebagai penyedia teknologi,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Dirjen IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih, Sabtu.

Dengan tema “Indonesia Percaya Diri dengan Teknologi Dalam Negeri”, kata dia, program Startup4industry tahun 2020 ini menyasar tiga topik permasalahan yang memerlukan inovasi sebagai solusi, yaitu adaptasi kebiasan baru, efisiensi manufaktur, serta layanan pendukung e-commerce (e-commerce enabler).

“Ketiga topik ini berkaitan juga dengan pemulihan ekonomi akibat dampak COVID-19 melalui transformasi digital,” kata Gati melalui keterangan tertulis.

Baca juga: Kemenperin bentuk ekosistem startup bersinergi dengan swasta-akademisi

Ia mengatakan melalui kompetisi ini, Kemenperin menghubungkan startup terbaik dengan para pelaku IKM untuk mendukung transformasi digital di sektor tersebut, mulai dari efisiensi manufaktur hingga segi pemasaran.

Gelaran Startup4industry yang telah dibuka oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada 14 Oktober 2020 lalu telah memasuki fase penjurian akhir.

Sebelumnya, para peserta melalui beberapa tahapan penilaian, lain seleksi administrasi dan seleksi interview yang diikuti oleh lebih dari 250 pendaftar untuk menyaring peserta menjadi Top 40. Para peserta yang lolos ke tahap berikutnya kemudian melakukan pitching.

Baca juga: LPEI siap dukung “startup” lokal tembus pasar ekspor

Untuk tahap pitching, para Top 40 memperoleh fasilitasi mentoring 1on1. Para mentor merupakan praktisi yang berpengalaman dalam pengembangan model bisnis startup.

“Dalam tahap ini, para peserta dibekali dengan materi untuk mempersiapkan tahap implementasi solusi teknologi Industri 4.0,” ujar Gati.

Dari hasil pitching, dipilih 20 peserta untuk mengikuti online camp. Di tahap ini, para founder startup terpilih memperoleh bimbingan intensif yang terstruktur dan terpadu dengan aktivitas pelatihan dan mentoring.

“Selain sebagai penghargaan kepada 20 startup yang nanti tersaring, online camp juga bertujuan meningkatkan kualitas dan kapabilitas bisnis para pelaku startup, sekaligus mendrong percepatan bisnisnya,” kata Gati.

Pendampingan startup yang dilakukan Kemenperin juga sekaligus menjadi langkah akselerasi pemulihan ekonomi nasional melalui substitusi impor dengan target 35 persen pada tahun 2022. Upaya substitusi impor ini diharapkan tidak hanya pada produk, tapi juga pada penggunaan teknologi.

“Melalui program ini, kami berharap para startup teknologi dapat menjadi implementator Industri 4.0, terutama di sektor IKM,” tambah Gati.

Berita terkait: