Kemenko Perekonomian: Bonus Demografi Harus Dikelola untuk Jadi Berkah

Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum, dan Ketahanan Ekonomi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Elen Setiadi mengatakan, Undang-Undang (UU) Cipta Kerja tak hanya menyelesaikan persoalan pemulihan ekonomi, namun juga membantu untuk menghadapi persoalan ketenagakerjaan di masa depan.

Dia menjelaskan, Indonesia pada 2030-2045 mendatang akan menikmati bonus demografi dengan total penduduk mencapai 319 juta. Rinciannnya, dari total jumlah tersebut akan ada 52 persen penduduk usia produktif, di mana 75 persen hidup di perkotaan dan 80 persen akan berpenghasilan menengah.

Kendati demikian, bonus demografi tersebut harus dikelola dengan baik oleh pemerintah. Antara lain dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang mencukupi dan mampu mensejahterakan tenaga kerja untuk kepentingan ekonomi nasional.

“Sehingga peluang ini harus dikelola untuk menjadi berkah. Sebaliknya jika tidak, maka bisa menjadi beban melalui bencana demografi,” paparnya dalam acara Serap Aspirasi UU Cipta Kerja di Banjarmasin, Senin (30/12).

Dengan demikian, pemerintah saat ini terus berupaya mencari solusi tepat untuk memanfaatkan bonus demografi. Salah satunya melalui UU Cipta Kerja yang akan memperbaiki iklim investasi dalam negeri.

“Karena Cipta Kerja ini akan memangkas berbagai regulasi yang selama ini menghambat investasi untuk menyerap tenaga kerja lebih besar. Jadi, kita harus kelola dari sekarang, ga bisa saatnya nanti,” tutupnya.

Berita terkait: