Kemenhub Kembangkan Drone untuk Angkutan Logistik dan Taksi Udara

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto mengatakan, penggunaan pesawat tanpa awak atau drone di Indonesia akan dikembangkan untuk keperluan kargo, dan taxi udara. Bahkan, jangkauan drone canggih tersebut akan sampai ke Papua.

“Karena kita tahu bahwa teknologi baru untuk logistik ini juga akan didukung oleh drone. Jadi yang saat ini drone hanya digunakan untuk menfoto, memfilm, ke depan akan digunakan untuk air taxi (taxi udara) termasuk juga untuk droping kepada barang ataupun logistik yang kita butuhkan, termasuk ke Papua,” jelas dia saat memperingati Hari Perhubungan Nasional, di Jakarta , Kamis (17/9).

Novie mengatakan, saat ini jajaran terkait di Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus mematangkan regulasi atas rencana strategis ini. Tujuannya untuk menjamin aspek keselamatan dan menyesuaikan dengan aturan yang berlaku.

“Regulasi secara mendetail ini akan diatur secara terinci dalam sebuah peraturan yang tentu saja utamanya keselamatan, harus bisa dipertanggungjawabkan, dan tidak berbenturan dengan peraturan lainnya,” paparnya.

Adapun mitra pengembangan penggunaan drone dalam urusan angkut barang ini ialah Garuda Indonesia. “Kami akan bekerjasama dengan garuda untuk droping logistik. Ini semua akan kita daya gunakan secara optimal,” ujarnya.

Bagaimana Layanan Kargo Garuda Indonesia?

kargo garuda indonesia

Sebelumnya, Garuda Indonesia berencana melayani bisnis kargo menggunakan teknologi drone mulai akhir 2019. Garuda Indonesia rencananya akan mengoperasikan hingga 100 unit drone yang akan melibatkan kerjasama eksklusif bersama Beihang UAS Technology Co. Ltd yang juga turut melibatkan sektor industri nasional khususnya dari aspek produksi, perakitan armada hingga aspek komersial penunjang lainnya.

Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Garuda Indonesia, Mohammad Iqbal, mengungkapkan pada tahap awal ini Garuda Indonesia merencanakan pengoperasian 3 unit drone berjenis BZK-005 pada Kuartal 4 2019. Jenis tersebut, diproyeksikan dapat mengangkut beban angkutan kargo hingga mencapai 1,2 ton dengan jarak tempuh mencapai 1200 kilometer di ketinggian 5.000 meter.

“Penggunaan drone tentunya menjadi opsi yang ideal dalam fokus maskapai untuk mengoptimalkan potensi pangsa pasar dan pendapatan kargo udara, terutama dalam menghubungkan wilayah remote dengan fasilitas bandara yang terbatas seperti di Maluku, Papua dan Sulawesi yang kaya dengan marine product,” katanya pada Selasa (30/4).

Iqbal menjelaskan, basis angkutan kargo udara dengan teknologi UAV, menjadikan konsumsi bahan bakar maskapai menjadi lebih efisien sekaligus meminimalisir resiko penerbangan udara. Pada sisi lain, pemanfaatan teknologi UAV ini menjadikan investasi pengembangan armada menjadi lebih kompetitif, jika dibandingkan dengan jenis armada konvensional untuk angkutan kargo udara.

“Melalui teknologi UAV tersebut, Garuda Indonesia akan memiliki kemampuan mengirimkan barang secara door to door yang menjangkau seluruh wilayah nusantara dalam waktu 24 jam,” katanya.

[idr]

Baca Selanjutnya: Bagaimana Layanan Kargo Garuda Indonesia?…

Halaman

  • 1
  • 2