Kemdikbud: Uji Coba Sekolah Tatap Muka Bisa Mantapkan Izin Orangtua

– Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jumeri, mengatakan uji coba sekolah tatap muka yang sedang dilakukan di Provinsi DKI Jakarta adalah bagian dari praktik yang tepat sesuai SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Jumeri mengakui adanya sejumlah keraguan dari orangtua untuk mengizinkan anaknya mengikuti sekolah tatap muka. Oleh karena itu, dia mendorong dilakukan uji coba sekolah tatap muka agar orangtua merasa lebih mantap.

“Keputusan SKB 4 Menteri ini saya analogikan ibarat restoran. Setelah semua koki divaksinasi, kepala rumah makan divaksinasi, petugas kebersihan divaksinasi, restoran wajib membuka layanan makanan di tempat atau restoran. Tapi keputusan diserahkan ke konsumen,” kata Jumeri saat Bincang Pendidikan dan Kebudayaan mengenai “SKB 4 Menteri tentang Pembelajaran Tatap Muka”, Kamis (8/4/2021).

BACA JUGA

Kemdikbud: Sekolah Harus Punya Ruang Isolasi dan Terapkan Lockdown jika Ada Penularan

Jumeri mengatakan anak atau siswa sepenuhnya kewenangan orangtua, sehingga tergantung kemantapan orangtua untuk mengizinkan anaknya mengikuti sekolah tatap muka.

“Uji coba DKI adalah amanat SKB 4 Menteri, sudah jelas. Setelah guru dan tenaga kependidikan divaksinasi maka sekolah wajib membuka opsi pembelajaran tatap muka, sedangkan kewenangan di tangan orangtua apakah putra/putrinya berangkat sekolah tatap muka,” kata Jumeri.

Mengenai kemunculan klaster Covid-19 di sekolah, Jumeri mengatakan umumnya disebabkan karena tidak adanya penerapan protokol kesehatan secara sungguh-sungguh. Itu sebabnya, Jumeri mendorong pemerintah daerah terus melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan menjelang pembukaan sekolah.

“Dari beberapa kasus yang terjadi ketika sekolah terjadi klaster, umumnya terjadi pelanggaran protokol kesehatan. Tidak hati-hati dalam menjaga protokol kesehatan,” katanya.

BACA JUGA

Evaluasi Sekolah Tatap Muka di 16 Provinsi, P2G: Banyak Pelanggaran Protokol Kesehatan

Jumeri menambahkan uji coba sekolah tatap muka menjadi simulasi agar sekolah mempunyai praktik atau kebiasaan baik untuk menjaga kesehatan. Dia mengatakan terus mengevaluasi bagaimana bisa muncul klaster Covid-19 di sejumlah sekolah.

“Semua ada risikonya. Kalau tidak mau jatuh naik motor, tidak usah pakai motor, simpan di rumah. Namun ini ikhtiar kita bersama untuk bergotong royong agar anak tetap sehat, guru sehat,” kata Jumeri.

Secara terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria hari ini mengatakan baru 20% hingga 30% orang tua yang mengizinkan anaknya mengikuti sekolah tatap muka. Oleh karena itu, Riza mengatakan Pemprov DKI akan gencar melakukan sosialisasi kepada orangtua terkait sekolah tatap muka sehingga diharapkan orangtua tidak khawatir dan mau mengizinkan anak-anaknya sekolah tatap muka secara terbatas.

Berita terkait: