Kemdikbud: 746.000 Guru Sudah Divaksin Tahap Pertama

– Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyatakan jumlah guru/pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang sudah menerima vaksin Covid-19 tahap pertama sampai Kamis (8/4/2021) sebanyak 746.896 orang, sedangkan guru yang telah menerima dosis kedua sebanyak 248.689. Di tengah keterbatasan jumlah vaksin, Kemdikbud menyadari vaksinasi tidak bisa dilakukan secara serentak dengan kecepatan tinggi sekaligus.

“Kita sadari jumlah vaksin yang kita terima secara bergelombang,” kata Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikbud, Jumeri, dalam Bincang Pendidikan dan Kebudayaan mengenai SKB 4 Menteri tentang Pembelajaran Tatap Muka, Kamis (8/4/2021).

BACA JUGA

Guru di Balikpapan Dukung Pembelajaran Tatap Muka

Jumeri mengatakan pemerintah telah menargetkan jumlah PTK yang harus divaksinasi sampai akhir Juni nanti sebanyak 5,5 juta. Itu artinya, masih tersisa sekitar 4,7 juta guru yang belum menerima vaksin Covid-19.

Terkait keraguan sejumlah pihak bahwa vaksinasi PTK akan tuntas akhir Juni, Jumeri mengatakan tetap percaya dengan komitmen pemerintah. Vaksinasi kepada PTK menjadi salah satu syarat untuk akselerasi pembelajaran tatap muka.

“Bagaimana jika sampai Juli belum terpenuhi? Kami tidak melihat hal itu. Saya percaya dengan komitmen pemerintah bahwa Juni vaksinasi guru akan selesai. Kita bismillah target itu akan tercapai,” kata Jumeri.

Jumeri mengatakan SKB 4 Menteri mewajibkan sekolah memberikan opsi pembelajaran tatap muka secara terbatas saat seluruh guru dan tenaga kependidikannya telah menerima vaksinasi tahap dua. Menurutnya, opsi pembelajaran tatap muka tidak perlu menunggu tahun ajaran baru mulai 12 Juli 2021, sebaliknya bisa segera dimulai saat ini.

BACA JUGA

Wakil Ketua Komisi X DPR: Guru Harus Jadi Prioritas Vaksin Covid-19

“Sekolah yang sudah selesai vaksinasi bisa segera mulai. Kalau tidak diwajibkan membuka pembelajaran tatap muka sekarang, sampai Juli juga tidak akan siap,” tandasnya.

Jumeri menjelaskan salah satu latar belakang keluarnya SKB 4 Menteri tentang pembelajaran tatap muka adalah banyak peserta didik mengalami kesulitan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). Peserta didik memiliki risiko learning loss bahkan drop out (keluar dari sekolah). “Yang betul-betul bisa PJJ secara ideal hanya 30%,” kata Jumeri.

Oleh karena itu, ujarnya, pemerintah berusaha mengakselerasi pembelajaran jarak jauh salah satunya dengan menjadikan guru/PTK sebagai prioritas penerima vaksin Covid-19.

Berita terkait: