Kemdes PDTT Terbitkan Kepmen untuk Pastikan Keselamatan Pegawai

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ( Kemdes PDTT ) telah menerbitkan Keputusan Mendes PDTT Nomor 55 tahun 2020 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

Diterbitkannya Kepmen ini adalah untuk memitigasi potensi bahaya dan risiko pada pegawai. 

Menurut Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Umum Kemdes PDTT Mety Susanty, ada beberapa hal yang mendasari perlunya diterapkan SMK3 di Kemdes PDTT. Pegawai menghabiskan sekitar delapan jam per harinya di kantor, sehingga membuat ASN berisiko terpapar penyakit menular dan tidak menular. Selain itu, implementasi aspek K3 di Kemdes PDTT masih sangat parsial dan kurang terintegrasi.

“Oleh karena itu, untuk memayungi kebijakan tersebut, diterbitkanlah Keputusan Mendes PDTT Nomor 55 tahun 2020 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja,” kata Mety dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/7/2020).

Mety memaparkan ada empat aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen K3.

Pertama , aspek keselamatan. Aspek ini berisi hal-hal yang perlu dimitigasi untuk melindungi pegawai saat bekerja seperti seperti infrastruktur, tata kerja dan lain-lain.

Kedua , aspek kesehatan, berisikan mengenai pengaturan terkait standar kesehatan pegawai dan kesehatan mental yang akan diwujudkan dalam bentuk Employee Assistance Programe (EAP) yaitu bantuan profesional yang akan menangani masalah psikologis di lingkungan kerja.

Ketiga , aspek kesehatan lingkungan kerja, yang mengatur lingkungan kerja pegawai agar sesuai dengan standar peraturan.

Keempat, aspek ergonomi yang mengatur tentang hubungan antara pegawai dengan alat-alat kerjanya seperti meja, kursi dan standar-standarnya.

“Ini baru permulaan, kesuksesan implementasi K3 di Kemdes PDTT ke depannya diperlukan sinergi berbagai pihak, terutama kesadaran pegawai di kementerian ini. Untuk lebih jelasnya, silahkan akses dokumen ke Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Kemendesa yaitu http://jdih.kemendesa.go.id,” pungkasnya.

Berita terkait: