Kedatangan Dorna Sports dinilai pacu percepatan Sirkuit Mandalika

Mataram – Anggota Komisi II DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) H Misbach Mulyadi menilai kedatangan Tim Dorna Sport merupakan berita bagus khususnya dalam memacu percepatan pembangunan Sirkuit Mandalika yang akan digunakan untuk ajang balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP.

“Kedatangan Dorna Sport adalah berita baik dan bagus buat NTB,” Misbach Mulyadi di Mataram, Rabu.

Menurut dia, di tengah pandemi COVID-19 yang melanda dunia termasuk di Indonesia, kehadiran Dorna Sport menyiratkan rasa optimisme pada bangsa Indonesia. Apalagi salah satu pesaing MotoGP Mandalika, yakni negara Rusia telah mengundurkan diri menjadi tuan rumah MotoGP.

“Ini membuat optimisme bangsa Indonesia dan warga NTB kian bangkit di tengah situasi yang tidak menentu saat ini. Apalagi, Rusia juga sudah mundur,” kata Misbach menambahkan.

Baca juga: Pra-homologasi, Dorna senang dengan progres Sirkuit Mandalika
Baca juga: Pemerintah pastikan infrastruktur sirkuit Mandalika tuntas Juli 2021

Politisi Golkar itu mengaku saat ini sejumlah fasilitas pendukung MotoGP Mandalika mulai siap yang dinya pelebaran runway Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) hingga jalan akses dari bandara ke sirkuit Mandalika. Adapun pembangunan sirkuit juga sudah mencapai kisaran 70 persen dan diharapkan bisa digunakan pada Oktober nanti.

Misbach menjelaskan, GP Mandalika diprediksi akan berdampak besar bagi NTB karena bisa mendatangkan 150 ribu penonton. Kondisi ini jelas akan menggerakkan roda perekonomian provinsi setempat.

“Hitungan saya, jika 1 orang minimal mengeluarkan dana mereka berbelanja Rp1 juta saja, maka uang yang beredar akan mencapai sekitar Rp1 triliun. Karena ini event yang mendunia, tugas kita adalah berdoa agar Dorna Sport bisa menyetujui Mandalika sebagai tuan rumah MotoGP tersebut,” kata Misbach menjelaskan.

Terkait dengan akomodasi terutama kesiapan kamar yang di KEK Mandalika, Misbach mengatakan jika kekurangan sudah mulai bisa dituntaskan dengan adanya bantuan dari Kementerian PUPR dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dengan membangun ribuan homestay di sekitar wilayah Mandalika.

“Nah, sisanya bisa dicover oleh Bali sesuai MoU NTB dan Pemprov Bali. Jadi, teknisnya penonton yang duitnya gede bakalan menginap di Bali, sementara yang kantongnya pas-pasan bisa menginap di areal Mandalika melalui homestay yang sudah dibuat saat ini,” pungkas Misbach.

Baca juga: Indonesia tanggapi pakar PBB soal pelanggaran HAM proyek Mandalika
Baca juga: Gubernur NTB pastikan MotoGP Mandalika tetap digelar Oktober

 

Berita terkait: