Kasus Pelecehan Seksual Bos Perusahaan di Jakut, Rekan Bisnis Turut Jadi Korban

Polisi masih mendata jumlah korban pelecehan seksual dilakukan bos salah satu perusahaan perbankan di Jakarta Utara. Dari hasil penelusuran polisi , korban dari pelaku JH tak hanya anak buahnya.

Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi mengatakan, JH ternyata tidak hanya melecehkan dua sekretaris pribadi yakni DF (25) dan EFS (23). Berdasarkan penelusuran, aksi serupa pernah dilakukan ke rekan bisnis.

“Dia (JH) pernah cabuli dua orang lain lagi yang merupakan partner kerja atau rekan bisnisnya itu,” kata Nasriadi di Polres Metro Jakarta Utara, Rabu (3/3).

Sama seperti korban yang lain, menurut Nasriadi, JH juga mengaku bisa meramal kepada kedua rekan bisnisnya itu. Pelecehan seksual itu terjadi pada Oktober 2020. Ketika itu, dua korban bertandang ke perusahaan dikelola JH.

“Ketika datang ke tempat dia. Itu sempat ditelanjangi mau diramal ini dan dibuka aura gitu loh. Modusnya sama,” ucap Nasriadi.

Motif Pelaku

JH mengakui perbuatannya. JH merasa berkuasa di perusahaan sehingga bisa berbuat sewenang-wenang kepada karyawan termasuk dua sekretaris yakni DF dan EFS.

“Karena ini dia merasa pimpinan punya kewenangan dia menganggap semua anak buah bisa dilakukan sewenang-wenang. Merasa punya power,” ucap Nasriadi.

Nasriadi menerangkan, dua karyawan dikenal sebagai sosok yang lugu. JH tertarik kepada kepribadian korban. JH memikirkan berbagai cara untuk melampiaskan hasratnya yang terus meninggi. Nasriadi menyebut JH saat itu mengaku sebagai tatung atau dukun etnis China.

“Dia memanfaatkan situasi yang sepi, karena dianggap karyawannya ini wajah lugu-lugu. Akhirnya dia memanfaatkan keluguan para korban ini. Ya karena nafsu juga,” ujar Nasriadi.

JH bual-bual punya keahlian meramal masa depan dan rezeki. Tapi caranya dengan menyentuh organ sensitif korban.

Di samping meramal, JH ternyata kerap menampakkan keris yang disimpan di pinggangnya.

“Akhirnya korban tidak berani melawan,” ucap dia.

Terlebih lagi saat itu kondisi pelaku tengah mabuk minuman beralkohol.

“Tersangka meminum di depan Altar sembahyang China dan yang diminum adalah miras Gin dan Chevas Regal,” ucap dia.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya JH kini ditahan di Polres Metro Jakarta Utara atas tuduhan pelecehan seksual.

Sebelumnya, JH dilaporkan oleh mantan sekertarisnya ke Polres Metro Jakarta Utara atas tuduhan pelecehan seksual. Korbannya yakni DF (25) dan EFS (23) selama berkerja mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakan dari JH.

Polisi mengungkapkan JH mengklaim memiliki kemampuan meramal nasib dan rezeki. Dia kemudian memperagakan keahlian kepada DF dan EFS. Tetapi dengan cara-cara yang menyetuh organ sensitif.

Para korban mengaku tidak berani melawan karena tersangka selalu membawa senjata tajam di pinggangnya. Tak hanya diramal DF dan EFS juga ditawarkan untuk membuka aura dengan syarat mandi bersama. Namun, saat itu kedua perempuan itu menolak.

EFS dan DF yang jengkel dengan tingkah atasannya memilih untuk mengundurkan diri dari perusahaan. Kasus ini pun ditangani Unit PPA Polres Metro Jakarta Utara.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com

Berita terkait: