Kasus Jiwasraya, MAKI Optimistis Benny Tjokro Divonis Maksimal

Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman optimistis Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman maksimal terhadap Direktur Utama (dirut) PT Hanson International Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. Diketahui, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Benny dan Heru dihukum pidana seumur hidup dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya .

Sementara untuk uang pengganti, jaksa menuntut Benny membayar uang pengganti sebesar Rp 6 triliun, sedangkan Heru diwajibkan membayar Rp 10,7 triliun. Menurut Boyamin Kejaksaan Agung (Kejagung) telah mengikuti irama yang dilakukan Majelis Hakim dalam menjatuhkan hukuman kepada empat terdakwa lainnya dalam perkara ini dengan hukuman maksimal seumur hidup. Keempat terdakwa itu yakni mantan Dirut PT Jiwasraya Hendrismam Rahim, mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan, dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

“Kejaksaan Agung ikut irama dari hakim yang memutus seluruh terdakwa dengan seumur hidup, padahal ada yang dituntut 18 tahun ada yang 20 tahun, tetapi hakim memberikan vonis lebih berat. Ini artinya jelas, seperti jalan tol bagi Kejaksaan Agung selaku penegak hukum. Menuntut seumur hidup dan mudah-mudahan nanti vonis pun demikian. Bentjok (Benny Tjokro) dan Heru Hidayat itu kan dikenakan (pasal) pencucian uang, maka tuntutannya jelas seumur hidup,” kata Boyamin, di Jakarta, Sabtu (17/10/2020).

BACA JUGA

Hukuman Seumur Hidup untuk 4 Terdakwa Jiwasraya, Ini Pandangan Pakar

Sementara itu, Secara terpisah, Anggota Komisi III DPR I Wayan Sudirta berharap publik dan mengawasi langsung proses persidangan perkara korupsi Jiwasraya hingga pembacaan vonis nantinya. Dengan demikian kemungkinan kecil hakim tidak akan melakukan penundaan lagi selain karena faktor kesehatan terdakwa. “Di masa Orde Baru pengunduran waktu dipakai penjahat untuk bebas. Sekarang kemungkinan itu kecil, kecuali hakim nekat, dan ini bisa menjadi sorotan masyarakat,” ungkap Sudirta.

Sudirta menilai vonis kepada empat terdakwa lain perkara Jiwasraya mampu memotret keadilan di masyarakat. Untuk itu, tanpa bermaksud mendahului putusan pengadilan, Sudirta berharap Majelis Hakim juga menjatuhkan hukuman serupa terhadap Benny Tjokro dan Heru Hidayat. “Jika semuanya seumur hidup, ini menjadi rekor tersendiri dan meningkatkan kepercayaan publik atas wajah pengadilan di negeri ini. Jangan sampai saja dua terdakwa (Benny dan Heru Hidayat) ini mencoreng wajah pengadilan, sepertinya bakal sejalan, saya tidak bisa mendahului putusan hakim, tetapi masyarakat kan boleh memprediksi (vonis nanti),” kata Sudirta.

BACA JUGA

Kejagung Apresiasi Vonis Hukuman Seumur Hidup Empat Terdakwa Jiwasraya

Sebelumnya, JPU meyakini Benny dan Heru bersama sejumlah pihak lainnya terbukti melakukan korupsi terkait pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya. JPU meyakini Benny dan Heru terbukti bekerjasama mengendalikan saham dengan cara tidak wajar. Keduanya melakukan kesepakatan membeli saham untuk menaikkan harga saham-saham tertentu seperti SMRU, IKP, Tram, MRYX dan mengendalikan saham yang dikendalikan oleh orang Heru Hidayat dan Benny Tjokro. Akibatnya harga saham mengalami kenaikan seolah-olah sesuai permintaan pasar yang wajar, padahal telah diatur pihak-pihak tertentu.

Setelah saham-saham itu naik secara tak wajar, Benny Tjokro dan Heru Hidayat menjual saham itu ke PT Asuransi Jiwasraya. Akibat tindakan Benny dan Heru Hidayat yang bekerja sama dengan tiga petinggi Jiwasraya tersebut, negara menderita kerugian hingga sekitar Rp 16,8 triliun yang terdiri dari kerugian investasi saham sebesar Rp4.650.283.375.000, dan kerugian negara atas investasi reksa dana senilai Rp 12,157 triliun. Selain itu, Jaksa meyakini, Benny dan Heru terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Keduanya diyakini Jaksa telah menyembunyikan hartanya dengan membeli sejumlah aset di dalam maupun luar negeri.

Berita terkait: