Kasus Djoko Tjandra, Bareskrim Didesak Jerat Tersangka Lain

Forum Indonesia Bersatu (FIB) mendesak Bareskrim Mabes Polri untuk segera menjerat tersangka lain dalam kasus yang melibatkan Djoko Tjandra. FIB menyerukan agar Tommy Sumardi (TS), tersangka suap dalam kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra segera ditahan.

Hal ini diutarakan oleh Koordinator aksi FIB, Lisman Hasibuan dalam unjuk rasa yang dilakukan di depan Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/9/2020) siang.

“Kami minta ketegasan Kapolri terhadap Kabareskrim agar menangkap dan menahan TS (paling lambat) hingga minggu depan ini,” kata Lisman.

Lisman mengatakan, jika TS tidak juga ditahan terkait kasusnya tersebut, pihaknya akan kembali melakukan aksi yang lebih besar lagi pekan depan.

BACA JUGA

Kasus Suap Jenderal, Polri: Kita Tak Kejar Pengakuan

“Kita akan kembali melaksanakan aksi yang lebih besar lagi. Tersangka lain kan sudah ditahan, lalu kenapa TS yang sudah jadi tersangka belum ditahan. Ini kan sesuatu yang tidak adil,” jelasnya.

Diketahui, perkara kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Bareskrim Polri. Dalam perkara tersebut penyidik telah menetapkan empat orang tersangka.

Keempat tersangka tersebut, yakni Djoko Tjandra, eks Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte, Prasetijo, dan pengusaha Tomy Sumardi.

BACA JUGA

Jadi Tersangka Kasus Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Tidak Ditahan

Penyidik menetapkan Djoko Tjandra dan Tommy sebagai tersangka pemberi gratifikasi atau suap. Sedangkan, Napoleon dan Prastijo ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

Namun, hingga saat ini Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Tommy Sumardi masih melenggang bebas karena Polri belum melakukan penahanan terhadap keduanya.

Berita terkait: