Kasus Covid-19 Turun di Bengkulu, Masyarakat Diimbau Tetap Taati Protokol Kesehatan

Satgas Penanganan Covid-19 Bengkulu , meminta masyarakat untuk tetap mentaati protokol kesehatan meski kasus Covid-19 di daerah ini mulai menunjukan penurunan dalam dua pekan terakhir.

Jika selama ini dalam satu pernah penambahan kasus Covid-19 Bengkulu, di atas 100 kasus, tapi dua pekan ini turun dibawah 50 kasus. Bahkan, dua hari lalu hanya ada penamabahan 2 kasus. Sedangkan angka kesembuhan terus meningkat rata-rata di atas 50 kasus per hari.

“Kita terus mengimbau masyarakat Bengkulu, untuk mentaati protokol kesehatan dengan cara memakai masker, mencuci tangan di air mengalir dan menjaga jarak agar tidak terpapar Covid-19, sehingga kasus virus corona di daerah terus menurun,” kata Kepala Dinkes Bengkulu, Herwan Antoni, di Bengkulu, Jumat (22/1/2020).

Ia mengatakan, dalam dua pekan terakhir pasien Covid-19 di Bengkulu lebih banyak sembuh dari pada penambahan kasus baru positif virus corona. Hal ini menyebabkan tidak ada lagi kabupaten dan kota di Bengkulu berada di zona merah penyebaran virus corona.

“Seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu, saat ini berada di zona kuning penyebaran virus corona. Status ini terus kita pertahankan dan berupaya menjadi zona hijau dengan meningkatkan ketaatan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan bila berada di luar rumah dan menghindari kerumunan,” ujarnya.

Herwan mengaku optomistis kasus Covid-19 di Bengkulu, akan melandai jika masyarakat daerah ini taat menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. “Kalau kita semua sudah taat dengan protokol kesehatan, insya allah kasus virus corona di daerah ini akan segera hilang dari Bumi Raflesia,” ujarnya.

Terkait dengan larangan pesta pernikahan, Ia mengatakan, jika kasus Covid-19 di Provinsi Bengkulu, sudah melandai, diyakini kabupaten dan kota akan melonggarkan warga menggelar pesta pernikahan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

BACA JUGA

Kemkes Instruksikan Dinkes Segera Masukkan Data Sasaran Vaksinasi

Untuk saat ini, katanya pesta pernikahan belum dilonggarkan karena kasus Covid-19 di Bengkulu, belum aman, tapi kalau sudah melandai masyarakat kembali diizinkan menggelar pesta pernikahan dan kegiatan lainnya melibatkan orang banyak dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Dinkes Bengkulu mengakui sejak kabupaten dan kota di Bengkulu, melarang masyarakat menggelar pesta pernikahan para vendor kehilangan rezeki, seperti tukang hias pengantin, pengusaha tenda, pemain organ tunggal dan pelaku kesenian lainnya.

Namun, hal ini tidak bisa dihindari karena demi keselamatan orang banyak. Soalnya, jika pesta pernikahan tetap diizinkan dikhawatirkan kasus Covid-19 di Bengkulu, terus meningkat. Karena itu, pihaknya mengajak semua stakeholder di Provinsi Bengkulu, untuk mentaati protokol kesehatan dimana saja berada agar terhindar dari terpapar virus corona.

“Saya yakin jika kita semua mentaati protokol kesehatan maka kasus Covid-19 di Bengkulu, akan melandai. Jika kasus virus corona melandai maka berbagai aktivitas masyarakat akan kembali berjalan normal seperti biasa,” ujarnya.

Herwan Antoni menambahkan, jumlah kasus Covid-19 hingga Kamis (21/1/2021) tercatat sebanyak 4.361 orang, pasien dinyatakan sehat sebanyak 3.902 orang atau 89,47 persen dari jumlah kasus konfirmasi.

Sedangkan pasien Covid-19 meninggal dunia di Bengkulu, sampai saat ini tercatat sebanyak 135 orang atau 3,10 persen dari jumlah kasus konformasi. Pasien virus corona yang meninggal dunia telah dimakamkan sesuai protap menanganan Covid-19.

Dengan angka kesembuhan pasien Covid-19 di Bengkulu, sebesar 89,47 persen tersebut, maka tidak ada lagi kabupaten dan kota di daerah ini yang berstatus zona merah penyebaran virus coronam dan semuanya berada di kuning.

Berita terkait: