Kasus Covid-19 Meningkat, Jokowi: Hati-Hati, Aura Krisis Jangan Hilang

– Dalam membuka rapat terbatas tentang pengarahan kepada Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan jumlah kasus positif corona atau Covid-19 global dan di Tanah Air makin meningkat. Untuk itu penanganan jangan kendur dan aura krisis tidak boleh hilang.  

“Pagi hari ini saya mendapatkan informasi bahwa kasus (Covid-19) global sudah mencapai 15,8 juta dengan angka kematian 640.000 orang,” kata Jokowi yang menggelar ratas secara virtual dari Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/7/2020).

Baca juga:  Salip AS dan Kanada, Amerika Latin Pimpin Kasus Covid-19 di Dunia

Ia memaparkan kasus tertinggi dari tiga negara, yakni Amerika Serikat 4,2 juta kasus, Brasil 2,3 juta kasus dan India mencapai 1,4 juta kasus. Sedangkan kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 98.778 dengan angka kesembuhan 56.655 dan kematian 4.781 orang.

Melihat semakin bertambahnya kasus Covid-19 secara global, Jokowi meminta Komite Penanganan Covid-19 dan PEN serta jajaran kementerian dan pemerintah daerah agar berhati-hati, jangan sampai lengah. Saat ini kata dia, masih dalam keadaan krisis kesehatan dan ekonomi. Ia tidak ingin aura krisis yang sudah dimiliki saat ini hilang atau turun, sehingga penanganan kesehatan dan ekonomi menjadi turun pula. “Oleh sebab itu hati-hati, hati-hati betul jangan sampai aura krisis itu sudah hilang, semangat menangani krisis ini hilang atau turun,” ujar Jokowi.

Kepala Negara menekankan, Komite ini dibentuk untuk mengintegrasikan kebijakan kesehatan dan kebijakan ekonomi, agar ada keseimbangan antara gas dan remnya, meski penanganan kesehatan tetap menjadi prioritas. “Tidak boleh mengendur sedikit pun. Aura krisis kesehatannya harus terus digaungkan sampai nanti vaksin tersedia dan bisa digunakan secara efektif,” tegas Jokowi.

Dalam ratas tersebut, sekali lagi Jokowi menekankan tidak ada pembubaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Nama organisasinya diganti dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No 82 tahun 2020.

“Jadi perlu saya tekankan juga bahwa tidak ada yang namanya pembubaran Satgas (Gugus Tugas) Covid-19, nggak ada. Baik di pusat maupun di daerah. Semuanya harus tetap bekerja keras. Komite ini adalah sekali lagi mengintegrasikan antara kebijakan ekonomi dan kebijakan kesehatan,” terang Jokowi.

Berita terkait: