Kasus Corona Melejit saat PSBB Transisi, DPRD Tagih Janji Anies Rem Darurat

– Menjelang hari terakhir masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, kasus positif corona Covid-19 di Jakarta terus meningkat. Karena itu, DPRD DKI minta agar Anies mengambil tindakan rem darurat.

Belakangan ini jumlah harian positif corona di ibu kota memang sedang tinggi bahkan dalam satu pekan tiga kali memecah rekor tertinggi. Tak hanya itu, tingkat positif dari jumlah yang diperiksa atau positivity rate sempat menyentuh 10 persen.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani meminta agar Anies memenuhi janjinya melakukan kebijakan rem darurat ketika angka corona terus meningkat. Ia meminta agar Anies tak ragu melakukannya demi keselamatan warga ibu kota.

“Kalau masih naik ya harus berani tutup, ya rem darurat, kan Anies pernah bilang kalau kondisinya parah kesehatan ya harus jadi nomer satu, harus rem darurat,” ujar Zita di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (14/7/2020).

Diketahui jika Anies menghentikan pelonggaran PSBB, maka aktifitas masyarakat Jakarta akan kembali dibatasi secara ketat. Hanya 11 sektor yang diizinkan untuk melakukan kegiatan dan transportasi dibatasi.

Pusat perbelanjaan seperti mal ditutup dan pasar akan dibatasi. Situasinya seperti bulan April-Mei ketika masa awal PSBB.

Zita menyatakan kondisi DKI sekarang ini masih mampu menerapkan situasi itu. Bantuan Sosial masih bisa disalurkan agar masyarakat tak khawatir kesulitan ketika PSBB diperketat kembali.

“(Bantuan) sembako kan masih terus berjalan jadi sebenarnya nggak apa apa si kalau kondisi positifnya tinggi seperti ini ya rem darurat,” jelasnya.

Ia juga meyakini tak ada masalah soal anggaran yang harus dikeluarkan demi menerapkan PSBB yang lebih ketat. Menurutnya hal ini bisa diatur demi keselamatan masyarakat.

“Nomer satu kan harusnya adalah warga atau masyarakat dibandingkan dengan yang lain,” pungkasnya.

Berita terkait: