Kampanye Virtual Belum Diminati Para Paslon Pilkada Banten

Kampanye virtual sebagai langkah mencegah terjadinya klaster Pilkada penyebaran Covid-19 tampaknya belum diminati oleh para pasangan calon (paslon) peserta Pilkada di empat kabupaten/kota di Banten.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sendiri telah mendorong para paslon kepala daerah dan wakil kepala daerah di empat kabupaten/kota di wilayah Provinsi Banten yang saat ini menyelenggarakan Pilkada Serentak untuk menggunakan kampanye virtual.

Namun sejauh ini, belum ada paslon yang melaksanakan kampanye virtual, karena mungkin terbiasa kampanye tatap muka atau face to face.

Untuk diketahui, ada empat kabupaten/kota di Provinsi Banten yang melaksanakan Pilkada serentak 2020 yakni Kota Cilegon, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Serang. Saat ini sudah memasuki tahapan kampanye. Namun, hingga kini, para kontestan Pilkada belum ada yang menggunakan kampanye dengan cara virtual.

BACA JUGA

Pelanggaran Protokol Kesehatan Meningkat, Pilkada 2020 Semakin Berisiko

Untuk Kota Tangsel diikuti sebanyak tiga paslon yakni Muhamad–Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Siti Nur Azizah Ma’ruf – Ruhama Bein, dan Benyamin Davnie– ilar Saga Ichsan.

Pilkada Cilegon diikuti empat pasangan calon yakni pasangan Ratu Ati Marliati-Sokhidin, Ali Mujahidin-Firman Mutakin, Heldy Agustian-Sanuji Pentamerta dan Iye Iman Rohiman-Awab.

Untuk Pilkada Kabupaten Pandeglang diikuti dua paslon yakni pasangan Irna Narulita- Tanto W Arban dan Thoni Fatoni Muhkson-Miftahul Tamami.

Pilkada Kabupaten Serang juga diikuti dua paslon yakni pasangan Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa dan Nasrul Ulum-Eki Baehaki.

Komisioner Bawaslu Banten, Nuryati Solapari mengatakan, berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 tentang Pilkada Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Non-alam Covid-19, pihaknya mendorong agar seluruh calon kepala daerah berkampanye secara virtual.

“Kita mendorong sebenarnya virtual yah, tetapi belum melihat diminati atau tidak karena sekarang masih secara tradisional face to face. Tapi hasil pemantauan 10 hari kampanye, kampanye virtual belum diminati paslon,” kata Nuryati, Minggu (18/10/2020).

Menurut Nuryati, kampanye tatap muka masih diperbolehkan selama menaati protokol kesehatan dengan menjaga jarak, menggunakan masker dan maksimal peserta sebanyak 50 orang.

“Kalau melanggar protokol kesehatan akan kita bubarkan dan langsung diberi surat peringatan,” ujarnya.

Berita terkait: