Kabareskrim: Jenderal Prasetijo Utomo Musnahkan Barang Bukti

Mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Kakorwas) PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo  ternyata sempat memusnahkan barang bukti untuk menutupi aksi busuknya. Ia memerintahkan anak buahnya untuk membakar surat jalan yang digunakan dalam petualangan liciknya bersama Djoko Soegianto Tjandra.

“Hal ini dikuatkan dengan beberapa keterangan saksi yang berkesesuaian. Di mana tersangka Prasetijo Utomo¬† sebagai pejabat Polri menyuruh Kompol Joni Andrianto untuk membakar surat yang telah dipergunakan dalam perjalanan oleh saudara AK dan JST (Djoko S Tjandra), termasuk juga oleh yang bersangkutan,” kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo di Mabes Polri Senin (27/7/2020).

Listyo tidak menyebut siapa AK yang ia maksud namun pengacara Djoko, Anita Dewi Anggraeni Kolopaking, juga terbang bersama Prasetijo dan Djoko ke Pontianak. Untuk tindakan menghancurkan barang bukti itu Prasetijo dijerat Pasal 221 ayat 1 ke 2 KUHP karena telah menghalang-halangi atau menyulitkan penyidikan dengan menghancurkan dan menghilangkan sebagian barang bukti.

Seperti diberitakan Prasetijo dikenakan pasal berlapis yakni Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 E KUHP dan pasal 426 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 221 ayat 1 ke 2 KUHP.

Sangkaan 263 KUHP ayat 1 dan ayat 2 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 E KUHP terkait pembuatan surat palsu, dan menggunakan surat palsu. Yakni surat jalan, dan surat keterangan pemeriksaan Covid-19.

Di mana dua surat jalan dibuat atas perintah tersangka Prasetijo Utomo. Kemudian surat keterangan Covid dan rekomendasi kesehatan yang dibuat di Pusdokkes Polri. Sedangkan Pasal 426 KUHP terkait membantu orang yang dirampas kemerdekaannya yang dikuatkan surat Jampidsus kepada Kabareskrim Polri tentang status hukum Djoko sebagai buron.

“Dalam konstruksi ini peran Prasetijo Utomo sebagai anggota Polri yang seharusnya bertugas sebagai penegak hukum, telah membiarkan atau mengirim pertolongan kepada JST dengan mengeluarkan surat jalan, membuat surat keterangan bebas Covid, dan surat rekomendasi kesehatan,” sambung Listyo.

Berita terkait: