Jokowi Tugaskan Satgas Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menugaskan Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional yang berada di bawah Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2020.

Demikian disampaikan Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional, Budi Gunadi Sadikin, dalam keterangan pers secara virtual yang ditayangkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jakarta, Rabu (29/7/2020).

“Satgas Ekonomi diberikan pesan khusus oleh beliau (Jokowi, red ) agar bisa menjaga pertumbuhan ekonomi terutama karena di Kuartal ketiga ini, sampai di akhir bulan September. Penting sekali kita jaga agar pertumbuhan ekonominya diusahakan sebisa mungkin tidak negatif,” kata Budi Gunadi Sadikin.

Presiden juga memberikan pesan agar Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional bisa menjaga lapangan kerja bagi rakyat Indonesia. Serta menjaga income masyarakat bisa dipertahankan pada level yang cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Setelah Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional berdiskusi dengan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan PEN, Airlangga Hartarto, serta Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 dan PEN, Erick Thohir, dapat disimpulkan krisis ekonomi yang terjadi saat ini sangat berbeda dengan krisis ekonomi yang pernah terjadi di tahun 1998, 2008 dan 2013.

“Penyebabnya adalah krisis ekonomi tersebut disebabkan krisis keuangan. Sedangkan kali ini, krisis ekonominya disebabkan oleh krisis ekonomi kesehatan. Sehingga akibatnya, semua program-program ekonomi kami, harus mendukung dan mensupport kegiatan atau program kesehatan,” jelas Budi Gunadi Sadikin.

Program kesehatan harus didukung dalam pelaksanaan program pemulihan ekonomi nasional, menurut Budi, agar masyarakat kembali memiliki rasa aman. Dengan adanya rasa aman, mereka bisa kembali beraktivitas diluar, sehingga aktivitas ekonomi terjadi dan roda perekonomian berputar kembali.

“Masalah yang sekarang terjadi adalah, karena ada krisis di bidang kesehatan, masyarakat tidak berani keluar, kontak fisik tidak terjadi, sehingga kegiatan ekonomi juga berkurang drastis,” tukas Budi Gunadi Sadikin.

Untuk itu, pihaknya harus segera lebih cepat membangun rasa aman di tengah-tengah kehidupan masyarakat agar kontak fisik dapat dilakukan kembali dalam seluruh aktivitas ekonomi. Salah satu cara mempercepat rasa aman itu adalah dengan menggerakkan kampanye perubahan perilaku masyarakat.

“Dengan menerapkan protokol kesehatan lebih disiplin, maka rasa aman itu kembali. Orang-orang akan berani keluar melakukan kontak fisik dan kegiatan ekonomi berputar, sehingga ruang fiskal pemerintah kembali ke level normal. Itu sebabnya memang kita harus benar-benar bekerja bersama-sama dengan sektor kesehatan dengan Pak Doni,” ungkap Budi Gunadi Sadikin.

Berita terkait: