Jokowi: Prosedur Berbelit Harus Kita Rombak demi Masyarakat!

Jakarta, – Presiden Joko “Jokowi” Widodo kembali menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan upaya maksimal dalam rangka penanganan pandemik COVID-19 di Indonesia. Ia menuturkan, agar penanganan masalah ini dapat berjalan secara maksimal, maka berbagai prosedur atau kebijakan yang berbelit wajib dipangkas atau disederhanakan.

Dengan demikian, kata Jokowi, masyarakat akan selamat dari bahaya kesehatan dan ekonomi yang disebabkan oleh pandemik COVID-19 ini.

1. Prosedur yang berbelit-belit sudah waktunya dirombak

Jokowi: Prosedur Berbelit Harus Kita Rombak demi Masyarakat!Dok. Biro Pers Kepresidenan

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Kick Off Meeting Pemeriksaan atas Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dalam Pandemik COVID-19 yang dilakukan oleh Badan Pengawas Keuangan (BPK) RI.

“Semua harus dilakukan dengan cara yang cepat, dengan prosedur yang sederhana atau shortcut . Semua ini demi keselamatan masyarakat. Keselamatan masyarakat lebih utama dari prosedur yang berbelit-belit, yang kita buat sendiri, yang memang sudah waktunya untuk kita rombak,” kata Jokowi dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (8/9/2020).

Baca Juga: Anies Desak Kota Penyangga Ikuti Perintah Jokowi soal Testing COVID-19

2. Penyederhanaan prosedur untuk mempermudah penanganan masalah pandemik COVID-19

Jokowi: Prosedur Berbelit Harus Kita Rombak demi Masyarakat!Ilustrasi petugas medis memeriksa kondisi pasien virus corona menggunakan APD. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto Lanjutkan membaca artikel di bawah Editor’s picks

  • Viral Potret Isabella Guzman Tersenyum Setelah Tikam Ibu Kandungnya
  • Aduh! 10 Cakada Ini Langgar Protokol COVID-19 saat Daftar ke KPU
  • 698 Buruh Pabrik di Bekasi Terpapar COVID-19, 400 Sudah Sembuh

Jokowi menjelaskan, pandemik COVID-19 ini juga memaksa pemerintah pusat hingga daerah termasuk TNI-Polri untuk bisa bekerja lebih keras lagi. Dengan demikian, maka krisis kesehatan dan ekonomi bisa ditangani secara bersamaan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mencontohkan, pemerintah harus bergerak sangat cepat untuk mengevakuasi WNI dari wilayah pandemik, termasuk menyiapkan rumah sakit, rumah isolasi, alat-alat kesehatan, dan obat-obatan dalam waktu singkat.

Selain itu, upaya lain terkait penanganan krisis ekonomi juga telah dilakukan termasuk bantuan sosial berupa bahan pokok dan uang tunai untuk menyelamatkan masyarakat yang terdampak PHK, termasuk juga bantuan kepada UMKM dan restrukturisasi kredit bagi sektor usaha terdampak.

“Seperti juga kondisi dunia pada umumnya, kita masih butuh waktu keluar dari krisis ini. Pemerintah masih sangat membutuhkan fleksibilitas kerja dan kesederhanaan prosedur agar semua permasalahan bisa ditangani secara cepat dengan tepat sasaran dan efisien,” katanya menegaskan.

3. Pemerintah komitmen untuk manfaatkan pandemik COVID-19 guna membangun kelembagaan yang lebih baik

Jokowi: Prosedur Berbelit Harus Kita Rombak demi Masyarakat!Dok. Biro Pers Kepresidenan

Lebih jauh ia menambahkan, selain bisa keluar dari pandemik ini, pemerintah juga berkomitmen untuk memanfaatkan krisis tersebut sebagai lompatan untuk membangun kerja baru di kelembagaan yang mampu berkompetisi dalam persaingan global.

“Sejak awal saya telah perintahkan kepada seluruh jajaran pemerintah untuk selalu mengedepankan akuntabilitas, tranparansi, dan inovasi dengan selalu mengutamakan tujuan utama dari program yang dijalankan,” tuturnya.

Baca Juga: Jokowi Bentuk Tim Nasional Vaksin COVID-19, Apa Saja Tugasnya?