Jokowi Prioritaskan Penanganan Covid-19 di 8 Provinsi Ini

– Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah memberikan prioritas penanganan kesehatan akibat Covid-19 di delapan provinsi yaitu, Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Papua yang berkontribusi besar dalam penambahan kasus positif Covid-19 . Sebab kedelapan provinsi ini berkontribusi sekitar 74 persen pada kasus positif virus corona di Indonesia.

“Targetnya sudah jelas. Turunkan angka kematian serendah-rendahnya, tingkatkan angka kesembuhan setinggi-tingginya, dan juga kendalikan laju pertumbuhan kasus positif baru secepat-cepatnya. 3T, testing, tracing, dan treatment harus betul-betul dilakukan secara lebih masif dan agresif,” kata  Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas Kabinet Indonesia Maju melalui video conference di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/7/2020).

Baca juga:  Kasus Covid-19 di Indonesia Bisa Tembus 400.000 pada Oktober

Lebih lanjut dikatakan, apabila di lapangan masih ditemui peralatan tes, mesin p olymerase chain reaction (PCR), kapasitas laboratorium, alat pelindung diri (APD), dan peralatan rumah sakit yang masih kekurangan segera selesaikan. “Komunikasi yang efektif dengan rumah sakit, masyarakat, dan daerah harus dilakukan seefektif mungkin,” katanya.

Jokowi mengungkapkan bahwa penanganan kesehatan menjadi prioritas utama pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Presiden mengatakan, Komite Pemulihan Ekonomi Nasional dibentuk untuk mengintegrasikan antara kebijakan di bidang kesehatan dan kebijakan ekonomi agar seimbang antara gas dan remnya. “Penanganan kesehatan menjadi prioritas. Tidak boleh mengendur sedikit pun. Aura krisis kesehatan harus terus digaungkan sampai vaksin tersedia dan bisa digunakan secara efektif,” kata dia.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah membubarkan Satgas Covid-19 baik di tingkat pusat maupun daerah. “Semuanya harus tetap bekerja keras. Komite ini, sekali lagi mengintegrasikan antara kebijakan ekonomi dan kebijakan kesehatan,” tegasnya.

Berita terkait: