Jokowi Minta Pemimpin APEC Tumbuhkan

Presiden RI Joko Widodo menyampaikan tiga hal utama dalam pidatonya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik atau Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC). Salah satunya mendorong 21 pemimpin APEC untuk kembali merajut kepercayaan strategis (strategic trust) terutama di tengah situasi sulit pandemi.

“Visi APEC pasca 2020 menjadi momentum untuk mempertebal strategic trust guna mewujudkan kerja sama saling menguntungkan,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual untuk menyampaikan hasil pertemuan APEC, Jumat (20/11/2020) malam.

Retno mengatakan, hal kedua yang diangkat presiden adalah pentingnya mengaktifkan kembali pertumbuhan ekonomi APEC. Terkait hal itu, Presiden Jokowi mengharapkan terjadi pertumbuhan positif tahun 2021.

“Upaya harus didorong mulai dari sekarang. Misalnya, perjalanan bisnis esensial harus didorong melalui optimalisasi APEC Business Travel Card dengan protokol kesehatan kuat, disiplin, dan rantai pasok, konektivitas dan digitalisasi ekonomi juga harus diperkuat,” kata Retno.

Retno menyebut hal ketiga yang ditekankan presiden adalah pentingnya reformasi struktural dan multilateralisme. Menurut presiden, kata Retno, tidak ada pilihan lain bagi APEC selain bekerja sama dan membangun kembali komitmen sekuat yang dilakukan dalam Bogor Goals 1994 untuk merajut visi APEC pasca 2020.

“Presiden secara jujur mengatakan fondasi kebersamaan yang telah dibangun di masa lalu cenderung melemah,” kata Retno.

Retno mengingatkan KTT APEC 2018 tidak mampu mencapai kesepakatan apapun, sehingga Presiden Jokowi menyambut baik KTT APEC 2020 yang mampu mencapai konsensus.

Retno mengatakan terobosan Bogor Goals juga masih relevan sampai saat ini diantaranya memperkokoh sistem pasar terbuka dan mempertebal semangat saling membantu untuk bekerja sama mencapai tatanan ekonomi yang menguntungkan semua.

“Selain itu presiden menyampaikan ekonomi APEC mengalami kontraksi. Pendapatan Domestik Bruto (PDB) hingga 2,7 persen dan 74 juta penduduk kehilangan mata pencaharian. Secara bersama-sama APEC harus membalikkan keadaan ini,” kata Retno.

Berita terkait: